TPA Suwung Tak Terima Sampah Organik, SMAN 4 Denpasar Bentuk Tim Khusus Penanganan Sampah
Putu Dewi Adi Damayanthi April 04, 2026 04:35 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Pasca Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang tidak lagi menerima sampah organik sejak 1 April, SMAN 4 Denpasar mulai memperkuat pengelolaan sampah secara mandiri. 

Sekolah tersebut menyiapkan sistem pemilahan sampah hingga pengolahan langsung di lingkungan sekolah.

Kepala SMAN 4 Denpasar, I Made Sudana, mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani sampah yang dihasilkan di lingkungan sekolah. 

Sistem pengelolaan dilakukan dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya.

Baca juga: POLEMIK Implementasi Pembatasan Pembuangan Sampah Campuran di TPA Suwung Masih Jadi Persoalan

“Soal sampah, kita punya tim penanganan sampah. Ada tiga jenis sampah, organik, non organik, residu, kita sudah siapkan. Kita punya teba modern empat, kemudian ada pengolahan sampah organik jadi kompos, sementara yang plastik kita kelola dengan alat,” katanya, Sabtu 4 April 2026.

Ia menjelaskan, langkah tersebut juga merupakan bentuk tindak lanjut atas imbauan pemerintah agar setiap lembaga turut bertanggung jawab dalam mengelola sampah dari sumbernya.

“Karena imbauan dari pemerintah kita punya tanggung jawab bersama baik kepsek, guru, siswa,” katanya.

Untuk mendukung pengelolaan sampah di sekolah, para siswa dilibatkan secara langsung melalui sistem piket kebersihan yang dilakukan setiap hari secara bergiliran di berbagai area sekolah. 

Kegiatan ini juga disertai dengan proses pemilahan sampah.

“Anak-anak itu kita bagi piket kebersihan setiap hari secara bergilir kita bagi lokasinya dan dilakukan pemilahan sampah,” jelasnya.

Terkait aktivitas di kantin sekolah, Sudana mengatakan siswa tetap diperbolehkan makan di tempat dengan syarat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. 

Sampah yang dihasilkan tetap dikelola di lingkungan sekolah.

“Makan di kantin dengan catatan sampah dibuang pada tempatnya, sampah tetap diselesaikan di sekolah. Organik dimasukan ke teba modern,” ujarnya.

Menurutnya, jenis sampah yang paling banyak dihasilkan di lingkungan sekolah adalah sampah organik dari sisa makanan. 

Sementara sampah plastik juga tetap ditangani melalui proses pengelolaan yang telah disiapkan.

“Paling banyak sampah yang dihasilkan organik, plastik kita lakukan pengelolaan,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.