Pemerintah Kembali Terjunkan 768 Praja IPDN ke Aceh Tamiang
Amirullah April 04, 2026 04:34 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, ACEH TAMIANG – Pemerintah kembali menerjunkan sebanyak 768 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Kabupaten Aceh Tamiang dalam Gelombang III Satgas Pemulihan Pascabencana.

Mereka dikerahkan guna mempercepat normalisasi pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan di wilayah terdampak.

Kedatangan para praja IPDN itu ditandai dengan Apel pembukaan yang digelar di Lapangan Dapur Umum Satgas (Halaman Dinas PU) Aceh Tamiang, Sabtu (4/4/2026).

Apel tersebut dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, serta jajaran Forkopimda.

Kehadiran pemerintah pusat dan daerah dalam apel tersebut menjadi simbol penguatan sinergi dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana, khususnya di Aceh Tamiang yang masih membutuhkan penanganan lanjutan di sejumlah sektor.

Wakil Gubernur Aceh, Fadlullah, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal hingga tuntas.

“Pemerintah Aceh terus mendorong percepatan pemulihan agar seluruh aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal,” ujar Fadlullah.

Baca juga: Update Harga HP iPhone Terbaru: iPhone 13 hingga iPhone 17 Resmi, iPhone 17 Pro Max Sangat Diminati

Baca juga: Kebijakan Baru Pramono Anung, Gedung Lebih dari 4 Lantai di Jakarta Wajib Terintegrasi CCTV Pemprov

Ia juga mengapresiasi kinerja Satgas Praja IPDN dan ASN Kementerian Dalam Negeri pada Gelombang I dan II yang dinilai berhasil menuntaskan berbagai target pemulihan di lapangan.

“Kerja keras Satgas di lapangan sangat membantu percepatan pemulihan. Ini bukti nyata kolaborasi yang efektif antara pusat dan daerah,” katanya.

Diketahui, berdasarkan data Satgas, progres pemulihan pascabencana menunjukkan capaian signifikan. Dari total 52 kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebanyak 38 daerah telah berada pada kondisi normal.

Sementara itu, Aceh Tamiang terus menunjukkan tren perbaikan meski masih memerlukan perhatian pada beberapa titik.

Selain itu, pada Gelombang III ini, 768 personel difokuskan untuk menyelesaikan 42 titik sasaran di wilayah Aceh Tamiang, meliputi pembersihan sisa lumpur, perbaikan drainase, serta pemulihan akses lingkungan masyarakat.

Apel pembukaan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan seluruh target pemulihan dapat diselesaikan secara menyeluruh, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal dan roda pemerintahan berjalan optimal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.