TRIBUNMANADO.CO.ID - Deitje Lahia (72), korban akibat gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang Manado, Sulawesi Utara, dimakamkan di Desa Tateli Satu, Kabupaten Minahasa, ini Jumat (3/4/2026).
Diketahui Korban yang biasa disapa Oma Dey meninggal tertimpa reruntuhan kanopi di area Hall B Gedung KONI Sario, Manado, Kamis (2/4/2026).
Dian Tomboling, keluarga dari Oma Dey menyebutkan korban adalah anak pertama dari 6 bersaudara.
"Ma Dey tinggal bersama adiknya," sebutnya kepada Tribun Manado.
Dian menyebutkan ibadah pemakaman dimulai pukul 12.00 WITA dan dilayani oleh jemaat GMIM Imanuel Buntong Wilayah Mandolang Dua.
Ia menyebutkan korban dimakamkan di pekuburan pemerintah kota Manado di Pandu.
Sosok Deitje Lahia
Deitje merupakan kakak dari Ilham Lahia, petinju legendaris asal Sulawesi Utara yang pernah menorehkan prestasi hingga babak 16 besar Olimpiade Seoul 1988.
Sehari-hari, Deitje tinggal di kawasan sekitar kanopi Gedung KONI dan berjualan di kantin dekat lapangan.
Warga setempat mengenalnya sebagai sosok yang ramah dan baik hati.
Saksi mata, Rasid Poli, mengungkapkan bahwa ia melihat korban sempat berlari saat gempa terjadi.
Namun nahas, reruntuhan bangunan lebih dulu jatuh dan menimpanya.
“Ia sempat lari, tapi tertimpa di bagian tengah kanopi,” ujar Rasid, yang mengaku mengenal dekat korban dan merasa trauma atas kejadian tersebut.
Rasid Poli, seorang saksi mata menuturkan, saat kejadian ia tengah mencangkul di samping kanopi gedung KONI.
Tiba tiba terjadi gempa. Dalam keadaan kalut dilihatnya korban yang bernama Deitje Lahia (69) berlari untuk menyelamatkan diri dari tempat tinggalnya di bagian bawah kanopi.
Sialnya ia tertimpa bangunan.
"Ia tertimpa bangunan di bagian tengah kanopi," katanya.
Rasid mengaku kenal dekat dengan korban. Deitje sehari - harinya jualan di seputaran lapangan KONI Sario, Manado.
Sebut dia, Deice adalah kakak dari petinju kawakan Sulut Ilham Lahia.
Ia mengaku agak trauma.
Untuk menenangkan diri, ia duduk di kursi sambil minum air putih.
Sesekali ia menyesap rokok.
Saksi lainnya sempat memperingatkan oma untuk lari saat gempa.
Tapi Oma masih sibuk berkutat dengan tanaman ricanya
Saksi lain, Stevi, menyebut warga sebenarnya telah memperingatkan korban untuk segera menyelamatkan diri.
Namun saat itu korban masih berada di halaman rumahnya dan belum sempat menghindar.
Gempa tersebut juga menyebabkan kanopi Gedung KONI runtuh dan menimbulkan sejumlah korban.
Data sementara dari pihak kepolisian menyebutkan terdapat dua korban di lokasi itu, terdiri dari satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.