TRIBUNMANADO.CO.ID - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini mulai mengubah lanskap dunia kerja, membuat sejumlah profesi digital dan repetitif semakin rentan tergeser.
Laporan terbaru Anthropic mengungkap 10 pekerjaan yang paling berisiko, mulai dari programmer hingga customer service, sementara profesi yang menuntut interaksi langsung dan keterampilan fisik tetap relatif aman.
Kemampuan AI yang semakin canggih membuat sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan manusia kini bisa dilakukan lebih cepat oleh mesin, mulai dari menulis kode, mengolah data, hingga menangani layanan pelanggan.
Baca juga: Selain Bart Assa Ini 29 Orang Pilihan Andrei Angouw-Richard Sualang untuk Jadi Pejabat Pemkot Manado
Kondisi ini pun memunculkan kekhawatiran bahwa beberapa profesi akan semakin rentan tergeser seiring meluasnya penggunaan AI di dunia kerja.
Hal itu juga tergambar dalam laporan Anthropic berjudul Labor Market Impacts of AI: A New Measure and Early Evidence.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa ada sejumlah profesi dengan tingkat paparan AI cukup tinggi, terutama pekerjaan yang dilakukan di depan layar, bersifat repetitif, dan relatif mudah dipelajari sistem otomatis.
Lantas, profesi apa saja yang kini paling rentan tergusur AI? Berikut daftarnya.
Sepuluh profesi yang paling terdampak AI umumnya berasal dari pekerjaan yang didominasi tugas digital dan dikerjakan di depan layar, sehingga relatif mudah diotomatisasi.
Berdasarkan laporan terbaru Anthropic yang dirangkum KompasTekno, berikut daftar profesi dengan tingkat paparan AI tertinggi:
Programmer menjadi profesi dengan tingkat paparan AI tertinggi, disusul customer service, data entry, hingga spesialis rekam medis.
Selain itu, analis riset pasar, tenaga penjualan, analis keuangan, software QA, analis keamanan informasi, dan spesialis dukungan komputer juga masuk dalam daftar pekerjaan yang paling rentan terdampak AI.
Profesi yang paling aman dari AI umumnya berasal dari pekerjaan yang membutuhkan keterampilan fisik, interaksi langsung dengan manusia, atau kehadiran di lapangan.
Dalam laporan Anthropic, sekitar 30 persen pekerja di Amerika Serikat bahkan tercatat memiliki tingkat paparan AI nol persen, artinya tugas mereka masih sangat sulit untuk digantikan mesin saat ini.
Beberapa profesi yang masuk kategori ini antara lain:
Secara umum, pekerjaan-pekerjaan tersebut dinilai lebih aman karena menuntut kemampuan fisik, empati, komunikasi langsung, serta respons situasional yang belum mudah digantikan AI.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini