TRIBUNNEWS.COM - Antonio Conte mendapat lampu hijau dari presiden klub Napoli jika ingin hengkang menjadi pelatih timnas Italia.
Hal itu tersiar pasca-pertandingan Napoli vs AC Milan di kota Naples pada Selasa (7/4) dini hari WIB. Tim besutan Antonio Conte menang tipis 1-0 atas skuad Allegri.
Usai pertandingan, Antonio Conte secara terang-terangan mengungkap harapannya untuk kembali ke 'rumah'. Masa yang pernah dia selami satu dekade lalu.
Apalagi saat ini kursi kepelatihan timnas Italia kosong sepeninggalan Gennaro Gattuso yang memilih keluar karena kegagagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Presiden klub Napoli, Aurelio De Laurentiis tidak akan menghalagi Conte jika itu keinginannya di akhir musim ini.
"Jika Antonio Conte bertanya padaku, kurasa aku bilang ya," ucap De Laurentiis dikutip dari Football Italia.
Lalu, siapa yang akan menggantikan Conte di kursi kepelatihan Napoli?
Menurut Gazzetta dello Sport, Thiago Motta berada di puncak daftar calon pengganti Napoli jika Conte hengkang.
Kontrak Conte dengan Napoli sejatinya masih berlaku hingga musim panas 2027.
Sedangkan Thiago Motta saat ini dalam status menganggur pasca-pemecatan Juventus pada Maret 2025 lalu.
Rumor ini bukanlah yang pertama. Ia juga sempat disandingkan dengan Napoli pada tahun 2023 lalu ketika Luciano Spalletti meninggalkan Partenopei untuk menjadi allenatore timnas Italia.
Tapi, Motta lebih memilih bertahan dengan Rossoblu, Bologna yang membawa mereka ke level lebih tinggi.
Tapi pada pertengahan tahun 2024, kerjasama Motta dengan Bologna berakhir. Ia memilih Juventus sebagai pelabuhan baru tempat berkariernya yang ternyata tidak berjalan mulus.
Dalam 47 pertandingan, rasio kemenangan Juventus di bawah asuhan Thiago Motta hanya 1,6 per laga.
Dua kekalahan telak Juventus dari Atalanta dan Fiorentina menjadi akhir dari perjalanan Motta dengan Si Nyonya Tua.
Selain Motta, dua profil lainnya yang diprediksi menjadi pengganti Conte adalah Fabio Grosso dan Vincenzo Italiano.
Fabio Grosso adalah salah satu pelatih terbaik musim ini dengan membawa tim promosi Sassuolo bersaing di 10 besar klasemen.
Sassuolo jauh dari zona degradasi, tim yang diperkuat Jay Idzes itu lebih dekat dengan zona Eropa di akhir musim.
Gaya sepak bola yang efektif mendapat pujian dari De Laurentiis.
Sementara Italiano telah menjadi target lama oleh De Laurentiis.
Ia selalu berada di urutan teratas dalam daftar kandidat pelatih, klaim Gazzetta.
Tak berselang lama, Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis mengakui terbuka untuk membiarkan Conte pergi di akhir musim dan menjadi pelatih timnas Italia.
Hal itu ia ungkapkan di Los Angeles saat film dokumenter tentang Scudetto keempat Napoli ditayangkan pada Senin (7/4).
"Jika Antonio bertanya kepada saya, saya rasa saya akan mengatakan ya," kata De Laurentiis dilansir Gazzetta.
"Mengingat bahwa dia (Conte) sangat cerdas, selama belum ada lawan bicara yang serius dan, sampai sekarang, belum banyak, dia akan menolak membayangkan dirinya sebagai kepala sesuatu yang sama sekali tidak terorganir.
Nama Conte muncul sebagai kandidat utama untuk menjadi pelatih timnas Italia yang baru. Selain itu juga ada rumor tentang Massimiliano Allegri.
Tapi, keputusan itu belumlah final.
Italia tampaknya akan mencari pengganti presiden FIGC yang baru setelah Gabriele Gravina mengundurkan diri, begitu juga Gattuso karena tersingkir di babak play-off Piala Dunia 2026.
De Laurentiis mengonfirmasi, ia berharap Giovanni Malago bisa menjadi pengganti Gravina yang ideal untuk FIGC.
"Dia adalah orang yang tepat untuk menjabat sebagai komisaris dan kemudian sebagai Presiden Federasi yang baru," bebernya.
Saat ini, tanpa presiden FIGC dan pelatih utama, Italia dikabarkan akan dipimpin oleh pelatih sementara dari tim U-21, Silvio Baldini.
Dua laga terdekat timnas Italia akan menghadapi pertandingan FIFA Matchday Juni 2026. Satu di antara dua laga tersebut kabarnya akan melawan Yunani.
Keinginan Conte bak gayung bersambut. Ketika dia menginginkan untuk menjadi pelatih Italia saat masih memiliki kontrak dengan Napoli tetapi dikasih lampu hijau untuk keluar dari sang presiden klub berjuluk Partenopei tersebut.
(Tribunnews.com/Sina)