Tragis! Konten Kreator Demak Tewas Diduga Terseret Arus Sungai Tuntang Saat Syuting
muh radlis April 05, 2026 08:55 AM

 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Peristiwa tragis menimpa seorang konten kreator di Demak, Jawa Tengah.

Seorang pria berinisial NH (33) ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Tuntang setelah sebelumnya diduga terseret arus saat membuat konten video.

Korban yang merupakan warga Desa Gebangarum, Kecamatan Bonang itu ditemukan di Dukuh Pidodo, Desa Karangrejo pada Sabtu (4/4/2026) pagi, setelah sempat dilaporkan hilang sejak sehari sebelumnya.

Menurut keterangan Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, insiden bermula saat korban diduga tengah membuat konten di sekitar tanggul sungai dengan kondisi debit air yang sedang meningkat.

"Jumat 3 April, sekitar pukul 16.00 WIB, korban yang seorang konten kreator diduga membuat konten di tanggul Sungai Tuntang yang mengalami debit air," ungkap Kepala BPBD Demak, Agus Sukiyono, melalui pesan tertulis, Sabtu (4/4/2026) malam.

Pada waktu yang sama, debit air Sungai Tuntang diketahui meningkat signifikan hingga menyebabkan tanggul di Kecamatan Guntur jebol di tiga titik.

Tim gabungan kemudian melakukan pencarian menggunakan perahu dan perlengkapan keselamatan sebelum akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

"Tim melakukan pencarian dengan membawa perahu dan pelampung dan korban berhasil ditemukan pada Sabtu pagi," katanya.

Baca juga: Diparkir di Depan Apotek, Mobil Warga Kudus Dibuka dan HP Diambil oleh Tunawisma

Kapolsek Bonang, Miftahun Nur, menyebut korban dikenal sebagai vlogger di lingkungan tempat tinggalnya.

"Keterangan dari tetangganya itu vlogger, istilahnya ngevlog-ngevlog itu, terkenalnya di desa seperti itu," kata Miftah, melalui sambungan telepon, Sabtu sore.

Ia juga menduga korban berada di lokasi untuk membuat konten terkait kondisi sungai yang sedang meluap.

"Mungkin (membuat konten), kan airnya tinggi waktu itu, alirannya kan deras ke arah laut, sana dekat muara," sambung dia, saat ditanya dugaan aktivitas sebelum insiden.

Hasil pemeriksaan medis memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Tidak ada, intinya dia tenggelam, paru-parunya kena air," jelas Miftah.

 

Kronologi Penemuan Korban

Peristiwa ini pertama kali terungkap ketika seorang warga melihat sepeda motor terparkir di tanggul Sungai Tuntang di Desa Karangrejo pada Jumat sore. Di sekitar lokasi juga ditemukan sebuah sandal jepit.

Karena kendaraan tersebut tidak berpindah hingga malam hari, warga kemudian melaporkan temuan itu kepada perangkat desa yang diteruskan ke pihak kepolisian.

"Kan curiga, ketakutan lapor ke perangkat desa, perangkat ke Polsek," katanya.

Petugas dari Polsek Guntur yang datang ke lokasi sempat mencari pemilik kendaraan, namun tidak membuahkan hasil.

Setelah dilakukan pemeriksaan pada kendaraan, ditemukan identitas berupa fotokopi kartu keluarga.

"Anggota merapat ke Gebangarum, ternyata benar milik kakaknya, dipinjam adik keponakan," tuturnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Tuntang untuk lebih berhati-hati, terutama saat debit air meningkat.

Aktivitas di sekitar tanggul atau bantaran sungai diharapkan dapat dihindari guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.