BANGKAPOS.COM,BANGKA - Sejak pukul 04.00 WIB, masyarat Tionghoa ramai melakukan tradisi tahunan Cheng Beng di Kuburan Cina, Sentosa Kota Pangkalpinang, Minggu (5/4/2026).
Ribuan kertas sembayang, dupa dan lilin dibakar dalam ritual masyarakat Tionghoa untuk menghormati leluhurnya.
Mereka juga membawa sesajian mulai dari beragam jenis makanan seperti babi ataupun ayam. Ada pula yang membawa buah apel, jeruk, anggur hingga pisang sebagai persembahan kepada leluhur.
Masyarakat yang datang ke Kuburan Cina Sentosa untuk merayakan Cheng Beng tersebut tak hanya dari Provinsi Bangka Belitung saja. Tapi banyak juga yang dari luar yang sengaja datang untuk merayakan tradisi tahunan menghormati leluhurnya.
Satu di antaranya yakni Mae yang berasal dari DKI Jakarta, yang datang ke Provinsi Bangka Belitung. Ia datang khusus untuk menjalani ritual Cheng Beng 2026.
"Saya dan keluarga datang dari jam 04.30 WIB. Dari Jakarta datang khusus untuk sembayang kubur setiap tahun secara rutin," ujar Mae.
Mae mengatakan pihaknya sengaja memilih sembayang kubur di hari terakhir atau puncak sembayang yang jatuh pada Minggu (5/4/2026) hari ini.
"Kita memang selalu ambil hari terakhir karena hari terakhir sudah pasti bagus. Lalu hari ini juga hari Minggu, jadi lebih bagus lagi," tuturnya.
Melalui Cheng Beng, Mae juga memberikan pesan kepada generasi muda untuk dapat selalu mengingat peran orang tua dan para leluhur.
"Jangan pernah lupa sama akar kita datang dari mana. Istilahnya kita lahir dari orang tua, kakek, nenek, karena berkahnya itu juga sampai ke kita. Jadi sembayang itu bagus banget," ucapnya.
Hal senada diungkapkan Johan yang juga datang dari Surabaya, khusus untuk mengikuti perayaan Cheng Beng 2026.
"Setiap tahun tidak pernah absen. Ini kewajiban datang sebagai anak untuk mengingat para leluhur kami dan ini harus terus dijaga sampai dengan anak cucu kami juga," ungkap Johan.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).