Siapa Saiful Mujani yang Viral karena Dugaan Seruan Jatuhkan Prabowo
Dedy Qurniawan April 05, 2026 12:03 PM

BANGKAPOS.COM - Nama Saiful Mujani jadi sorotan setelah kalimat-kalimatnya yang diduga sebagai ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto viral.

Dugaan ajakan itu diketahui disampaikan Saiful Mujani dalam sebuah forum Halal Bihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” di Utan Kayu, Jakarta Timur, 31 Maret 2026.

Pernyataan itu kemudian bikin heboh jagad media sosial gaduh.

Potongan video ceramah dari pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) ini banyak beredar.

Di media sosial, akademisi tersebut dituding melontarkan narasi inkonstitusional karena mengajak publik menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

Saiful Mujani dalam statement tersebut bahwa satu-satunya jalan menyelamatkan negara adalah menjatuhkan Presiden Prabowo.

Profil Saiful Mujani

Terlepas dari itu, siapa Saiful Mujani lebih jauh?

Saiful Mujani adalah akademisi, pengamat, konsultan politik dan pendiri lembaga survei SMRC ( Saiful Mujani Research and Consulting ).

Lahir di Serang, 8 Agustus1962, umur Saiful Mujani saat ini adalah 63 tahhu.

Pendidikan

Saiful Mujani ini menyelesaikan Pendidikan Strata 1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1989.

Selanjutnya, Saiful Mujani menjaii editor Studia Islamika dan dosen di almamaternya saat usianya 32 tahun.

Memiliki jiwa yang kritis, Saiful bersama rekan-rekannya pun mendirikan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta.

Di organisasi tersebut dia juga dipercaya sebagai peneliti senior.

Untuk memperdalam ilmunya, ia melanjutkan sekolah master dan doktornya di Ohio State University, Amerika Serikat dengan mengambil bidang Political Sciences.

Kemudian menamatkan pendidikannya dengan memperoleh gelar Master of Arts di tahun 1998 dan Doctor of Philosophy pada Tahun 2003.

Baca juga: Video: Connie Bakrie Ungkap Diserang Usai Beri Masukan ke Presiden Prabowo

KARIER

  • Editor, Studia Islamika (1994)
  • Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (1994 – Sekarang)
  • Pendiri dan Peneliti Senior di Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta (1995 – Sekarang)
  • Senior Political Analyst di Metro TV (2004 – Sekarang)
  • Academic Director, Lembaga Survei Indonesia (2003 – 2005)
  • Senior Political Analysis di Media Indonesia (2005 – Sekarang)
  • Executive Director, Lembaga Survei Indonesia (2005 – 2008)
  • Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (2011)
  • Peneliti Utama di Lembaga Survei Indonesia.

KARYA BUKU

  • Voting Behavior in New Indonesian Democracy. Comparative Political Studies. Forthcoming.
  • Political Opinion, Election, and Islam of Democracy (2004)
  • Benturan Peradaban (Clash of Civilization), PPIM Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (2005)
  • Indonesian New Presidential Democracy (Asian Survey, 2006)
  • Muslim Demokrat (Gramedia, 2007)
  • Kuasa Rakyat (Mizan, 2013)

Baca juga: Oknum TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Kapuspen TNI Janji Transparan

Dirikan SMRC

Pulang dari Amerika, Saiful pun bergabung dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang baru saja didirikan sebagai Akademic Director selama setahun pertama hingga pada 2005 ia didapuk sebagai Executive Director dan memimpin selama kurang lebih 3 tahun.

Hingga tahun 2017, Saiful Mujani masih menjabat sebagai peneliti utama di LSI.

Kemampuannya membuat analis politik berbasis survei perilaku pemilih mendapatkan apresiasi dunia.

Pada tahun 2010, Saiful menjadi satu-satunya orang Asia yang memperoleh penghargaan Franklin L. Burdette/Pi Sigma Alpha Award dari American Political Science Association.

Penghargaan bergengsi dari Asosiasi Ilmu Politik Amerika (APSA) ini pernah diraih ilmuwan ternama Samuel Huntington, Mancur Olson, dan Sidney Tarrow.

Penghargaan ini diberikan kepada paper terbaik yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh APSA. Saiful menulis makalah setebal 64 halaman bertajuk, “Testing Islam’s Political Advantage: Evidence from Indonesia.”

Konsistensinya dalam meneliti perkembangan politik dan proses demokrasi di tanah air sejak 1999 membuat analisis dan hasil risetnya diakui bahkan menjadi rujukan akademisi, politikus, dan media massa.

Kurang lebih seribu penelitian pernah digarapnya dengan memegang teguh prinsip akademik dan bersandar pada kode etik survei opini publik.

Tak hanya itu, Saiful juga sering menulis jurnal internasional. Beberapa di antaranya terbit di American Journal of Political Science, Journal of Democracy, dan Comparative Political Studies.

Disertasi doktoratnya di Ohio State University pun telah terbit di Indonesia dengan judul Muslim Demokrat tahun 2007.

Selain itu, Saiful juga merilis buku Kuasa Rakyat di tahun 2013 yang mengupas pengaruh survei opini public bagi pelembagaan demokrasi di Indonesia setelah reformasi.

Setelah mendirikan LSI, Saiful memperkuat posisi lembaga survei barunya dengan branding namanya.

Saat berusia 49 tahun, ia mendirikan Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC ).

Lembaga ini bertujuan untuk membantu para pemimpin politik, pemerintah, dan bisnis memenangkan kompetisi dengan cara mencoba untuk memahami kebutuhan publik dan pasar saat ini.

Dengan begitu, untuk memenangkan sebuah kompetisi politik dan bisnis tidak lagi dengan berspekulasi dan menebak-nebak, tapi perlu membaca realitas masyarakat dan pasar dengan sebuh survei dan riset yang akurat. Inilah metode empirik yang ditanamkan Saiful Mujani di Indonesia.

Penghargaan Achmad Bakrie 2017 disematkan kepada Saiful Muzani dalam Bidang Pemikiran Sosial. (Tribun Pontianak/ Tribun Video/ Bangkapos.com/ Dedy Qurniawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.