WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, akan merekomendasikan penutupan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, jika terbukti melanggar aturan.
Kasus ini menyoroti persoalan klasik tata ruang industri berisiko tinggi yang masih berdekatan dengan permukiman warga.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terutama jika terjadi insiden seperti kebakaran
Rekomendasi penutupan akan diberikan apabila SPBE yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya itu terbukti tidak memenuhi ketentuan, termasuk terkait perizinan dan standar keselamatan.
Baca juga: Korban Kebakaran SPBE di Bekasi Bertambah Jadi 18 Orang
Selain soal izin, keberadaan SPBE yang dekat dengan pemukiman memperbesar risiko jika terjadi gangguan operasional. Karena itu, evaluasi tidak hanya soal legalitas, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan lingkungan sekitar.
Saat ini, DPRD masih melakukan pengecekan terhadap dokumen perizinan, termasuk Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan aspek kelayakan fungsi fasilitas.
"Kami lihat nanti uji aspek daripada sertifikasi layak fungsinya dan SLO-nya kita juga tinjau. Kalau ada bermasalah mungkin langsung kita tutup," kata Anton, Minggu (5/4/2026).
Anton menambahkan, pihaknya juga tengah melakukan peninjauan terhadap sejumlah SPBE lain di wilayah Kota Bekasi untuk memastikan kondisi operasionalnya.
Peninjauan ini bertujuan mengetahui sejauh mana fasilitas tersebut memenuhi standar keamanan, terutama yang berada di dekat kawasan padat penduduk.
Untuk sementara, Anton bersama Ahmad Faisyal Hermawan turut memberikan bantuan kepada warga terdampak insiden kebakaran yang terjadi pada Rabu (1/4/2026).
Baca juga: 5 Fakta Ledakan Gudang SPBE Cimuning Bekasi, Korban Jadi 17 Orang
Bantuan berupa sembako tersebut disalurkan pada Sabtu (4/4/2026).
"Jadi kami akan evaluasi seluruhnya yang berdekatan dengan warga. Artinya safety ini perlu dilaksanakan," ujarnya.
Anton berharap, setelah evaluasi menyeluruh dilakukan, kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah bisa memperoleh data ada berapa SPBE yang ada di Kota Bekasi. Sehingga nanti tidak terulang lagi kejadian seperti ini," katanya. (m37)