Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Nilai ekspor Maluku periode Januari–Februari 2026 turun 0,70 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, yaitu dari US$ 10,75 juta menjadi US$ 10,68 juta.
Penurunan ekspor Januari–Februari 2026 dibanding periode tahun lalu disebabkan menurunnya nilai ekspor non migas.
Adapun kelompok ikan dan udang memberikan peran penuh terhadap ekspor Januari–Februari 2026.
Sedangkan belum ada kegiatan ekspor pada kelompok bahan bakar mineral pada periode tersebut.
“Ekspor Maluku pada Februari 2026 mencapai US$ 5,46 juta, mengalami penurunan sebesar 8,74 persen dibandingkan dengan capaian pada Februari 2025,” ungkap Kepala BPS Maluku.
Lanjutnya, adapun penurunan terjadi pada sektor migas dan non migas, kondisi ini menjadi indikator penurunan kinerja perdagangan luar negeri di Maluku, baik pada kedua sektor tersebut.
Sementara menurut negara tujuan, sejak Januari–Februari 2026, Tiongkok tetap merupakan negara tujuan ekspor yang memiliki peranan terbesar yaitu sebesar US$ 10,11 juta (94,66 persen), diikuti oleh Hongkong US$ 0,57 juta (5,34 persen).
Baca juga: Prakiraan Cuaca Minggu 5 April 2026: Semua Wilayah di Maluku Alami Hujan
Baca juga: Prakiraan Cuaca Ambon 5 April 2026:Siang Hujan Ringan, Malam Berawan
Untuk kegiatan ekspor ke kawasan di luar Asia
pada periode tersebut tidak ada.
Adapun komoditas yang diekspor ke Tiongkok dan Hongkong yaitu seluruhnya dari non migas berupa ikan dan udang.
Total nilai ekspor Januari–Februari 2026 mencapai US$ 10,68 juta atau turun US$ 0,08 juta (0,70 persen) dibanding periode tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut disebabkan menurunnya nilai ekspor sebesar 0,70 persen.
Selanjutnya, tidak terdapat kegiatan ekspor ke negara ASEAN dan kawasan luar Asia pada periode Januari-Februari 2026.
Pada Februari 2026 ini, ekspor Maluku tercatat sebesar US$ 5,46 juta ke Negara ASIA lainnya.
Jika dibandingkan dengan bulan Februari 2025, ekspor mengalami penurunan sebesar 8,74 persen.
Sedangkan, ekspor ke ASEAN dan negara luar Asia lainnya tidak terjadi pada Februari 2026
Berdasarkan ekspor menurut pelabuhan muat, dari beberapa pelabuhan ekspor di Maluku, pada Januari-Februari 2026 ekspor hanya dilakukan melalui Pelabuhan Yos Sudarso di Ambon sebesar US$ 10,68 juta (100,00 persen).
Sementara pelabuhan lainnya seperti Pelabuhan Tual, Dobo (Kepulauan Aru), Bandara Pattimura, Bula (Seram Bagian Timur), dan Lirang (Maluku Barat Daya) tidak mencatatkan aktivitas ekspor selama periode ini.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama
2025, kegiatan ekspor periode tersebut mengalami penurunan sebesar 0,70 persen.
Adapun kegiatan ekspor pada Januari-Februari 2025 melalui Pelabuhan Yos Sudarso US$ 10,57 juta dan Pelabuhan Tual US$ 0,19 juta.
Pada Februari 2026, ekspor Maluku hanya dilakukan
melalui Pelabuhan Yos Sudarso sebesar US$ 5,46 juta.
Jika dibandingkan dengan Februari 2025 yang mencapai US$ 5,98 juta terjadi penurunan sebesar 8,74 persen.
Vokume ekspor Maluku periode Januari-Februari 2026 mencapai 2,26 ribu ton atau mengalami peningkatan sekitar 14,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 dengan volume 1,97 ribu ton.
Jika dilihat lebih detail, kelompok ikan dan udang naik sebesar 14,39 persen dengan kontribusi penuh pada kegiatan ekspor periode tersebut.
Sementara itu, tidak ada kegiatan ekspor untuk kelompok bahan bakar mineral.
Volume ekspor Maluku pada Februari 2026 sebesar 1,15 ribu ton, turun 1,73 persen dibanding Februari 2025 dengan volume sebesar 1,17 ribu ton.
Hal ini mengindikasikan adanya penurunan volume ekspor pada Februari 2026. (*)