Awal Mula Tuan Rumah Hajatan Pernikahan Tewas Dipukul Preman, Ngamuk Tak Dikasih Jatah Setengah Juta
khairunnisa April 05, 2026 02:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Nasib miris dialami tuan rumah hajatan pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta.

Orangtua dari mempelai pengantin, Dadang meninggal dunia setelah dikeroyok oleh sejumlah preman kampung di wilayah tersebut.

Pria berusia 58 tahun itu tewas diduga karena dipukuli menggunakan bambu oleh preman.

Kejadian nahas itu terjadi saat acara pernikahan masih berlangsung, Sabtu (4/4/2026).

Adik korban, Asep Wahyu menceritakan kronologi kejadian tewasnya Dadang.

Diungkap Asep, ia sekeluarga tidak mengenal sosok preman yang menganiaya Dadang.

Sebab Asep dan keluarga tidak tinggal di Purwakarta, melainkan di Karawang.

Saat sedang melaksanakan hajatan pernikahan, awalnya Dadang didatangi tiga orang yang dikenal sebagai preman wilayah tersebut.

Dimintai jatah preman berupa uang, Dadang pun memberikannya.

Tapi permintaan itu nyatanya tak cuma sekali dilakukan.

Para preman itu kembali mendatangi Dadang lalu meminta uang setengah juta.

"Pertama dikasih, terus minta lagi. Katanya Rp500 ribu. Kejadian begitu," ungkap Asep dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jabar, Minggu (5/4/2026).

Bukan cuma Dadang, Asep juga mengaku sempat didatangi preman.

Namun jumlah preman yang menyatroni Asep lebih banyak yakni hingga delapan orang.

"Ke kakak saya ada tiga orang (preman), ke saya sekitar delapan orang. Tapi totalnya sekitar 10 orang," imbuh Asep.

Tak dikasih uang setengah juta, para preman itu mengamuk.

Mereka merusak acara pernikahan hingga membuat tamu undangan yang hadir kabur.

Di momen itu rupanya Dadang diserang oleh sejumlah preman diduga menggunakan bambu.

HAJATAN BERDARAH DI PURWAKARTA: Terungkap awal mula insiden tuan rumah hajatan Purwakarta tewas diduga dianiaya preman kampung, Sabtu (5/4/2026). Pemicunya karena kurang jatah. (kolase Instagram)

Dalam video yang beredar terlihat Dadang terbujur lemas setelah penganiayaan.

Keluarga ramai menggerubuti Dadang seraya memberikan pertolongan pertama.

Bukan cuma Dadang, sang istri yakni Juju juga lesu usai kejadian tersebut.

Hingga akhirnya pada Sabtu malam, Dadang dinyatakan meninggal dunia diduga akibat penganiayaan tersebut.

Jasad Dadang pun langsung dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta guna divisum.

Baca juga: Khawatir Ada PKL Dibekingi Preman hingga Oknum, Wali Kota Bogor Ngadu ke Kapolresta dan Dandim

Anak buah KDM bersuara

Usai kejadian nahas itu terjadi, anak buah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut angkat bicara.

Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin mengurai ucapan duka atas tewasnya Dadang akibat kekejaman preman kampung.

Abang Ijo berdoa agar mendiang Dadang bisa meninggal dalam keadaan baik.

"Kita doakan untuk almarhum, semoga diterima iman islamnya dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah," ujar Abang Ijo Hapidin di akun Instagramnya.

Terkait kasus tersebut, Abang Ijo berharap para preman yang menganiaya Dadang hingga tewas bisa dihukum berat.

Abang Ijo meminta agar warga Purwakarta menjaga keamanan dan ketenteraman wilayahnya.

"Saya berharap kepada aparat penegak hukum agar memberikan hukuman seberat-beratnya bagi para pelaku premanisme di Desa Kertamukti, Kami berharap di Purwakarta tidak terjadi seperti ini lagi," kata Abang Ijo.

Nasib pelaku

Bukan cuma itu, Abang Ijo juga mengungkap kabar terbaru dari kasus tersebut.

Abang Ijo mendapatkan informasi bahwa saat ini para pelaku pengeroyokan yang menewaskan Dadang masih buron.

"Infonya (pelaku) masih proses pengejaran," imbuh Abang Ijo.

Sementara itu kata Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi, para terduga pelaku sudah diamankan pihak kepolisian.

Penyidik masih memeriksa intensif terduga pelaku yang tega menghabisi nyawa Dadang.

"Pelaku sudah diamankan dan kami masih melakukan pendalaman," pungkas AKP Enjang Sukandi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.