TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suasana meriah dan penuh warna terasa di halaman Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, Randusari, Semarang Selatan, Semarang, Minggu (5/4/2026).
Usai mengikuti Misa Minggu Paskah, ratusan jemaat tampak tak langsung beranjak pulang. Mereka memadati area deretan telur Paskah yang dipajang berwarna-warni.
Beberapa keluarga terlihat mengabadikan momen, sementara yang lain duduk bersama anak-anak mereka untuk menghias telur secara langsung.
Tawa dan keceriaan terdengar semarak.
Baca juga: Ribuan Jemaah Hadiri Misa Minggu Paskah di Katedral Semarang
Baca juga: Lonjakan Penumpang di Stasiun Batang Terjadi saat Long Weekend Libur Paskah
Satu di antara jemaat, Sera (35) rela datang dari Surakarta untuk merayakan Paskah di Semarang bersama keluarganya.
Ia hadir bersama suami dan dua anaknya, yang turut berpartisipasi menghias telur Paskah.
"Kalau memaknainya, menghias telur Paskah ini tentunya dengan Paskah kita bisa lebih memaknai dengan sukacita, dengan gembira, ya anak-anak bisa menyalurkan sukacitanya melalui telur Paskah," kata Sera ditemui Tribun Jateng usai mendamping anak menghias telur paskah di area tersebut.
Ia menceritakan, anak-anaknya menghias telur dengan tulisan "Selamat Paskah" serta berbagai warna cerah. Bagi Sera, kegiatan ini sederhana namun memiliki makna tersendiri karena melibatkan anak-anak dalam perayaan iman.
Sera mengaku momen Paskah tahun ini terasa istimewa karena sudah lama tidak mengikuti Misa di Katedral Semarang.
Ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkumpul bersama keluarga di kota asalnya.
"Senang banget sih, karena kan sudah lama juga kita enggak Misa di sini dan kebetulan hari ini juga Paskah Keluarga, sehingga mengajak serta anak-anak untuk bisa mengikuti Paskah di hari Minggu," ucapnya.
Menurutnya, rangkaian perayaan Paskah sejak Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Minggu Paskah menjadi momen penting bagi umat Kristiani.
Khusus pada Minggu Paskah, suasana dibuat lebih ramah anak dengan berbagai keterlibatan mereka dalam liturgi.
"Paskah kali ini kan anak-anak semuanya dilibatkan ya, mulai tadi dari awal masuk itu sudah ada tari-tarian dari anak-anak, kemudian paduan suara juga anak-anak anak, bacaan, kemudian tadi di tengah-tengah juga kita sempat melihat tablo atau anak-anak yang berkreativitas seperti itu dan di akhir anak-anak juga bisa salurkan kreativitasnya melalui telur paskah," paparnya.
Dengan Paskah kali ini, ia berharap, semangat Paskah membawa sukacita dan damai bagi setiap keluarga.
Sementara itu, Ketua Pembangunan Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, Vincentius Tjahjono Santoso menjelaskan, perayaan Paskah di Katedral Semarang diisi dengan beragam kegiatan, baik rohani maupun sosial.
Menurutnya, Paskah merupakan puncak iman Kristiani sehingga rangkaian kegiatannya berlangsung panjang, bahkan telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya.
"Sejak Rabu banyak kegiatan, yang paling rutin adalah aksi puasa pembangunan. Ya, itu seluruh umat kalau dalam saudara-saudara muslim mungkin bersedekah ya. Jadi mengumpulkan dana untuk orang-orang miskin," kata Vincent.
Selain itu, lanjutnya, berbagai kegiatan seperti ibadah, aksi karitatif, hingga praktik mati raga juga dilakukan umat selama masa Pekan Suci.
"Kami orang Katolik setiap hari ke gereja karena rangkaiannya begitu padat. Sampai puncaknya Vigili Paskah tadi malam dan Misa hari ini," bebernya.
Dia memaparkan, pada tahun ini, pihak Katedral mengusung tema "Joyful Easter" sejalan dengan tema Keuskupan Agung Semarang, yakni membangun masyarakat yang bahagia dan sejahtera.
"Ada Joyful, bahagia, karena tema Paskah kami Keuskupan Agung Semarang tahun ini adalah berjuang untuk menjadikan masyarakat yang bahagia dan sejahtera. Maka kami angkat tema itu menjadi Joyful," tuturnya.
"Kita semua berbahagia untuk kami orang Kristiani, Allah telah menebus kita, tetapi kebahagiaan itu sama sekali bukan untuk dinikmati sendiri. Harus dinikmati semua orang, maka harus kita bagikan dan itu hanya bisa dengan kesejahteraan," lanjutnya.
Ia menambahkan, simbol-simbol Paskah seperti telur, bunga, dan kelinci yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri.
Dijelaskan, telur melambangkan kehidupan baru dan kesuburan.
Kemudian bunga, menggambarkan suasana musim semi. Sementara kelinci menjadi simbol kesejahteraan.
"Karena anaknya banyak, sejahtera ya seperti itu. Jadi telur-telur itu menjadi simbol dan khusus tahun ini kami adakan ribuan telur Paskah ini sebagai ungkapan syukur dan bahagia kita tetapi tidak sekedar bahagia sajan, karena dalam menggambar itu mereka juga akan berdoa karena seluruhnya akan berisi ujud doa," terangnya.
Menurut dia, ribuan telur Paskah yang disediakan tahun ini tidak sekadar menjadi hiasan, tetapi juga sarana doa.
Setiap telur dihias oleh umat dengan berbagai gambar dan tulisan yang berisi harapan serta doa bagi orang orang tercinta.
"Jadi mereka menggambar untuk orang-orang yang mereka cintai, untuk Tuhan yang mereka cintai, dipersembahkan dan dananya sepenuhnya untuk pembangunan Katedral Center yang sedang kita bangun di sana. Katedral Center adalah rumah pembinaan iman untuk masa kini dan masa mendatang," katanya.
Lebih lanjut, Vinvent menyebit jika pembangunan tersebut dirancang setinggi empat setengah lantai dan didanai sepenuhnya oleh partisipasi umat.
Menurutnya, semua kalangan dilibatkan, mulai dari donasi kecil hingga besar.
"Maka, kalau anda lihat kita mau melibatkan umat dari yang hanya memberi Rp25.000. jadi semua bisa, bukan hanya donatur besar. Ada yang sampai ratusan ribu, ada yang sampai puluhan juta, semua dengan sukacita menurut rasa syukur dan kemampuan masing-masing," ungkapnya.
Dia menyebutkan, dalam perayaan Paskah ini antusiasme umat tinggi, terlihat dari ribuan telur yang hampir habis.
"Kami siapkan 2.500 (telur paskah). Tapi kok rupa-rupanya ini sudah tinggal sedikit.
Padahal program ini ada sampai Pentakosta nanti. Jadi kalau di gereja Katolik, masa Paskah itu sampai Pentakosta. Nah, nanti akan terus kita lihat," katanya. (idy)