Ribuan Jemaah Hadiri Misa Minggu Paskah di Katedral Semarang
rival al manaf April 05, 2026 02:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Umat Katolik mengikuti Misa Minggu Paskah di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, Randusari, Semarang Selatan, Semarang, Minggu (5/4/2026), setelah sebelumnya melaksanakan Misa Vigili Paskah pada Sabtu (4/4) malam.

 

Perayaan Vigili Paskah yang berlangsung malam sebelumnya ditandai dengan sejumlah rangkaian liturgi khas, seperti upacara cahaya yang melambangkan peralihan dari kegelapan menuju terang, serta dari kematian menuju kehidupan.

 

Selain itu, umat juga mengikuti ibadat sabda, pembaruan janji baptis, dan perayaan Ekaristi dengan pembagian komuni.

 

Vikaris Episkopal Semarang, Rm Johannes Baptista Rudy H, Pr menjelaskan, Vigili Paskah merupakan momen berjaga sekaligus awal perayaan kebangkitan Yesus Kristus yang diyakini umat Kristiani.

 

Sementara itu, Misa Paskah pada Minggu dirayakan sebagai puncak sukacita atas kebangkitan tersebut.

 

"Kalau kemarin itu ada perbedaannya, karena ada pancaran cahaya yang menandakan gelap ke terang, kematian ke kehidupan. yang sekarang ini yang dirayakan adalah kebangkitan mulia Tuhan dan dialami oleh para murid dulu dan juga kini terus dinyalakan semangat kebangkitan Tuhan itu bagi kehidupan gereja di zaman sekarang," kata Romo Johannes seusai Misa.

 

Ia menambahkan, pesan utama Paskah adalah ajakan untuk meninggalkan cara hidup lama dan beralih kepada kehidupan yang baru.

 

Nilai-nilai kegelapan, menurutnya perlu digantikan dengan terang yang membawa harapan dan kehidupan.

 

Dalam konteks kehidupan modern, pesan tersebut diwujudkan melalui upaya membangun peradaban kasih yang memelihara serta mengembangkan kehidupan secara berkelanjutan.

 

"Harapan momen Paskah ini membawa transformasi sebetulnya, membawa kebaruan dalam kehidupan umat atau jemaat agar sebelum Paskah dan sesudah Paskah semestinya hidup terpenuhi tidak seperti yang dulu-dulu lagi, karena kita yakin Allah yang terus hadir, menyertai, dan menegakkan," ungkapnya.

 

Sementara itu, perayaan Misa Minggu Paskah di Gereja Katedral Semarang berlangsung khidmat dan diikuti ribuan jemaah.

 

Satu di antara umat, Lukito (47), yang hadir bersama istrinya Silfia (47) dan dua anak mereka mengatakan perayaan Paskah tahun ini terasa meriah dan berfokus pada keluarga, terutama anak-anak.

 

Menurutnya, dalam perayaan tersebut terdapat berbagai kegiatan seperti operet Paskah, pemberian berkat khusus dari imam, serta pembagian bingkisan bagi anak-anak.

 

Ia menyebut, keluarganya rutin mengikuti perayaan Paskah di katedral setiap tahun. Bagi mereka, Paskah dimaknai sebagai peristiwa kebangkitan Yesus Kristus yang diyakini membawa keselamatan bagi umat manusia, termasuk dalam kehidupan keluarga.

 

"Paskah keluarga, Tuhan datang kepada keluarga menyelamatkan kami semua keluarga seluruh umat manusia," uujarnya.

 

Lukito juga mengungkapkan harapannya agar semangat Paskah membawa kedamaian bagi dunia.

 

Ia berharap konflik dan peperangan dapat berakhir, serta masyarakat dapat hidup saling menghargai, baik dalam kehidupan bertetangga, bermasyarakat, maupun antarnegara.

 

"Harapannya semoga dunia ini damai, semua peperangan selesai, aman dan damai," ungkapnya. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.