Muscab PKB Kota Yogya Munculkan 2 Nama Calon Ketua, Targetkan 1 Fraksi di Pileg 2029
Hari Susmayanti April 05, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Yogyakarta, Sabtu (4/4/26) sore, memunculkan dua nama kandidat untuk mengisi kursi ketua periode mendatang.

​Keduanya merupakan duet legislator PKB di DPRD Kota Yogyakarta, yakni Solihul Hadi, yang menyandang status petahana atau incumbent, serta Eko Djoko Widiyatno. 

Menariknya, mekanisme pemilihan kali ini tidak lagi melalui pemungutan suara dari 14 Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) se-Kota Yogyakarta seperti periode-periode sebelumnya.

Sehingga, dua kandidat calon ketua praktis harus bersiap mengikuti tahapan uji kelayakan da n kompetensi yang akan dilaksanakan oleh DPW maupun DPP PKB.

​"Ini kali pertama mekanismenya melalui proses pemetaan oleh DPP dan DPW. Tujuannya untuk menghindari konflik internal dan intrik-intrik yang mungkin muncul. Jadi, sistemnya sekarang sentralisasi," ujar Solihul Hadi.

Dengan begitu, ia menandaskan, penentuan ketua tidak bisa sekadar berdasarkan like and dislike pada salah satu figur, melainkan melalui indikator profesional yang terukur. 

Baca juga: Komentar Shin Tae-yong Saat Pertama Kali Nonton Pacuan Kuda Secara Langsung di Bantul

Bahkan, demi menunjang aspek profesionalitas, PKB secara resmi menggandeng deretan akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk proses pengujian.

​"Kami melibatkan teman-teman dari UGM untuk membantu proses tes. Gus Muhaimin (Ketua Umum PKB) ingin partai ini dikelola secara profesional. Skor dari tes psikologis, mental, wawasan ilmu pengetahuan, hingga ideologi kepartaian itulah yang akan jadi pertimbangan DPP," tandasnya.

​Meski akan bersaing memperebutkan kursi ketua, baik Solihul Hadi maupun Eko Djoko Widiyatno memiliki visi yang selaras untuk membangkitkan kejayaan PKB di Kota Pelajar. 

Keduanya pun sepakat mematok target ambisius, yakni meraih satu fraksi utuh atau minimal empat kursi di DPRD Kota Yogyakarta pada Pileg 2029 mendatang.

​"Target kami bismillah, satu fraksi di periode berikutnya. Kami sudah melakukan pemetaan wilayah mana yang suaranya gemuk dan mana yang kurang berdasarkan data hasil Pemilu 2024 lalu," kata Solihul.

Senada, Djoko menegaskan kesiapannya untuk berjuang demi kemaslahatan masyarakat Yogyakarta, sehingga tidak akan ada persaingan yang memicu perpecahan antara dirinya dan Solihul.

Terlebih, hasil akhir mengenai siapa yang akan menakhodai DPC PKB Kota Yogyakarta berada di tangan pimpinan pusat, yang akan diumumkan setelah para kandidat menyelesaikan rangkaian tes

​"Kita tidak bertanding, visi-misinya tetap sama untuk kemaslahatan umat. Apapun keputusan DPP nanti, kami semua tegak lurus mengikuti arahan Gus Muhaimin. Tidak ada yang kecewa," tegasnya.

Sementara itu. Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kota Yogyakarta, Ahmad Jubaidi, menyebut, siapapun ketua yang terpilih, wajib menjaga sinergitas dengan Nahdlatul Ulama (NU). 

Bukan tanpa alasan, ia memaparkan, salah satu kunci keberhasilan sepak terjang partai kedepannya terletak pada hubungan yang harmonis dengan NU. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.