TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Indonesia’s Horse Racing (IHR): Triple Crown Seri I & Pertiwi Cup 2026 di Lapangan Pacuan Kuda, Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul pada Sabtu (4/4/2026) disambut meriah oleh ribuan penonton dari berbagai daerah baik dalam dan luar negeri.
Salah satu pentonton yang hadir adalah mantan pelatih Tim Nasional sepak bola Indonesia, Shin Tae Yong.
Pelatih sepak bola asal Korea Selatan ini juga merasa kagum dengan gelaran tersebut.
Walau baru pertama kali datang menonton pacuan kuda, namun menilai bahwa gelaran itu dikemas sangat rapi dan terdapat standar persiapan yang berbeda dari event lainnya.
"Apalagi ya para olahragawan. Joki-jokinya bagus, kelihatan sangat professional, budayanya juga sangat baik. Dan ini menjadi sebuah kehormatan bagi saya sendiri," kata Shin Tae Yong.
Dia menilai bahwa balapan kuda tersebut sangat mirip dengan sepak bola yakni memiliki strategi dan taktik mulai dari start, control pace, maupun finish pelaksanaan pacuan kuda.
Selama berada di Korea, Shin Tae Yong hanya melihat pelaksanaan pacuan kuda dari televisi.
Maka dari itu, saat datang langsung ke Stadion Sultan Agung Bantul, ia sempat merasa kaget melihat bahwa kecepatan kuda dalam ajang pacuan kuda sangat kencang.
Baca juga: Tembakan Salvo Iringi Jenazah Kopda Anm Farizal Rhomadhon ke Liang Lahat
"Memang pertama kali datang ke pacuan kuda dan sangat kaget sebenarnya melihat kudanya luar biasa cepat. Dan pas sebelum mulai start memang sangat sulit ya. Saya juga baru merasa pertama kali, memulai (pacuan kuda) sangat sulit sekali sampai ada usaha dari panitia, pelatih, dan joki," terangnya.
Sementara itu VP Marketing & Operation Sarga.co, Kevin Jonathan, berujar, dalam event ini seri pertama dari tiga kejuaraan utama dalam seri Triple Crown (Triple Crown Seri I bulan April, Triple Crown Seri II bulan Mei, dan Indonesia Derby bulan Juli 2026).
"Kami, Sarga Group bertekad untuk mewujudkan, meningkatkan, dan mengembangkan olahraga di Indonesia. Utamanya adalah pacuan kuda. Kali ini telah digelar Triple Crown Seri I dan Pertiwi Cup sebagai salah satu kejuaraan kedua di kalender IHR 2026," ucapnya.
Dalam gelaran IHR Triple Crown Seri I & Pertiwi Cup 2026 ini terdapat sekitar 138 kuda dari 11 daerah di Indonesia mencakup Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.
"Jadi kelihatan banget bahwa antusiasme masyarakat dan dunia kuda, ternyata semakin tahun semakin tinggi. Total hadiah yang diperebutkan ada Rp580 juta. Kemudian ada dua piala bergengsi berupa Triple Crown Seri I serta Pertiwi Cup 2026. Masing-masing piala itu berhadiah Rp110 juta," paparnya.
Ia pun menjelaskan sengaja menggandeng Shin Tae Yong untuk hadir dalam laga kali ini dikarenakan tekad dan semangat baru IHR pada tahun 2026 yakni mendorong pacuan kuda nasional menuju internasional.
Sebab, Shin Tae Yong dinilai berhasil membawa timnas Indonesia ke panggung dunia yakni putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
"Itu jelas merepresentasikan tema IHR 2026 yakni race to the world stage. Jadi, kita butuh semangat untuk pacuan kuda Indonesia ke panggung dunia. Itu adalah visi misi kita pada tahun 2026 ini," tutup Kevin.(nei)