72 Jemaat GPKAI Dibaptis di Kali Pami Manokwari, Tanda Hidup Baru Dalam Kristus
Hans Arnold Kapisa April 05, 2026 03:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Majelis Daerah Pianaibij menggelar baptisan kudus di Kali Pami, Manokwari, Sabtu (4/4/2026).

Prosesi baptisan dengan tema “Baptisan Tanda Hidup Baru di Dalam Kristus” bagian dari persiapan menyambut Paskah.

Sebanyak 72 orang dari lima jemaat mengikuti baptisan ini, yakni Jemaat Paulus Aiwou, Betesda Sowi IV, Pami Ndabou, Logos Sowi IV, dan Tritunggal.

Sebelum prosesi baptisan, khotbah disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Daerah Pianaibij, Barnabas Dowansiba, yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat.

Dalam khotbah yang diambil dari Roma 6:3-4, Barnabas menekankan bahwa baptisan merupakan simbol kematian terhadap dosa dan kebangkitan dalam hidup yang baru bersama Kristus.

Menurutnya, baptisan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan pernyataan iman yang nyata dari setiap orang percaya.

“Baptisan menjadi tanda bahwa kita mati terhadap dosa dan bangkit dalam kehidupan baru bersama Kristus. Ini adalah awal dari perjalanan iman yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Baca juga: Perayaan HUT ke-67 PI di Minyambouw, Tokoh Agama Ajak Umat GPKAI Hindari Miras

Ia juga menegaskan bahwa setiap jemaat yang telah dibaptis harus menunjukkan perubahan hidup melalui sikap, perilaku, dan kesaksian sehari-hari, baik di tengah keluarga maupun masyarakat.

“Orang yang sudah dibaptis harus meninggalkan cara hidup lama dan hidup dalam kebenaran firman Tuhan. Itu yang menjadi esensi dari hidup baru di dalam Kristus,” tambahnya.

Prosesi baptisan dipimpin oleh para gembala jemaat yang turut melayani secara langsung di lokasi kegiatan.

Sementara itu, Ketua Panitia, Erikson Dowansiba, mengatakan baptisan merupakan tanda hidup baru yang memiliki konsekuensi iman bagi setiap orang percaya.

Ia menjelaskan, baptisan bukan hanya seremoni, tetapi mengandung komitmen rohani untuk meninggalkan kehidupan lama dan hidup sesuai ajaran Kristus.

“Baptisan adalah tanda hidup baru. Artinya seseorang harus benar-benar meninggalkan kehidupan lama yang penuh dosa dan mulai hidup sesuai dengan ajaran Kristus,” katanya.

Baca juga: Puluhan Anak Sekolah Minggu GPKAI Paulus Ayambori Ikut Kemah Paskah

Erikson merinci makna baptisan, yakni mati terhadap dosa, bangkit dalam hidup baru, berkomitmen mengikuti Kristus, serta mengakhiri kehidupan lama untuk memulai hidup baru di dalam Tuhan.

Ia berharap para peserta baptisan dapat terus bertumbuh dalam iman dan menjadi teladan di tengah jemaat serta lingkungan sekitar.

“Kami berharap mereka yang dibaptis hari ini benar-benar mengalami perubahan hidup dan menjadi saksi Kristus di mana pun mereka berada,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh sukacita serta dihadiri jemaat dan keluarga peserta baptisan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.