Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, BORONG---Ribuan umat mengikuti Misa malam Paskah di Gereja Stasi Santo Petrus dan Paulus Longko, Pra Paroki St Hieronimus dan Emilianus Jawang, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu 4 April 2026 malam.
Pantauan TRIBUNFLORES.COM, terlihat umat mulai berdatangan di kapela sekitar pukul 17.00 Wita. Tepat pada pukul 19.00 Wita ribuan umat mulai mengikuti misa yang dipimpin oleh Pater Anastacio E. L.Lantos, CRS didampingi Diakon Diakon Cristian Nainggolan, CRS.
Selama misa berlangsung dijaga oleh aparat Kepolisian dari Polres Manggarai Timur, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, Linmas Desa Bangka Kantar, THS-THM, OMK dan anggota Panitia. Misa berlangsung aman dan tertib.
Begitu juga dengan misa Paskah, Minggu 5 April 2026.Ribuan umat hadir untuk mengikuti misa itu.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 6 April 2026, Sukacita Kebangkitan
Tampak sebagian besar umat harus menempati kursi dibawa belasan teropong yang disiapkan panitia dari 5 KBG Longko Raya, karena kapasitas kapela yang dibangun sekitar Tahun 1982 atau 44 Tahun lalu itu memiliki kapasitas kecil hanya berkapasitas menampung ratusan umat saja.
Pater Anastacio E. L.Lantos, CRS mengatakan, perayaan pesta paskah adalah puncak dari semua perayaan besar di Gereja Katolik. Perayaan Paskah adalah inti dari perayaan-perayaan lain di gereja Katolik.
"Artinya jika tanpa perayaan Paskah, maka semua perayaan-perayaan lain termasuk perayaan Natal itu tidak berarti," ujarnya.
Karena itu, kata Pater Tas yang akrab disapa ini, melalui momen perayaan Paskah ini, umat diundang oleh Gereja untuk menjadi orang yang hidup. Karena itu momen ini menjadi ajang untuk berbagi rahmat yang diterima dari Tuhan
"Karena kita adalah orang-orang yang Paskah, Orang-orang yang bangkit. Melalui momen ini menjadi ajang untuk kita berbagai rahmat yang diterima dari Tuhan,"ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panita Perayaan Paskah Stasi Petrus dan Paulus Longko, Stanislaus Talu, mengatakan, jumlah umat yang hadir mengikuti misa baik pada Malam Paskah atau Minggu Paskah sekitar lebih dari 2000 orang.
"Karena kapasitas Gereja kita kecil, maka panita menyiapkan terop, sehingga semua umat bisa menempati kursi-kursi yang disediakan di semua terop tidak ada umat yang tidak ada kebagian kursi kali ini, sebab kita belajar dari pengalaman-pengalaman yang sebelumnya,"Ujar pensiunan ASN ini.
Stanis juga mengatakan, selama perayaan mulai dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Paskah berjalan aman. Hal ini karena dukungan dan kerja keras dari panitia, aparat keamanan, dan juga seluruh umat Stasi. (rob)