Hanya Sehari Berjualan Jamu, Begini Nilai Sutini Raup Untung
Kamardi Fatih April 05, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebagai minuman kesehatan, jamu banyak digemari masyarakat. Selain harganya relatif murah, minuman berbahan rempah ini tak sulit mencari produsennya, karena banyak keliling berjualan atau mangkal di suatu tempat.

Sebagaimana di area pasar kaki lima Minggu pagi kawasan menuju perkantoran Pemprov Kalsel, penjual jamu juga hadir menawarkan aneka jamu seperti halnya kunyit asam, jamu sirih, jamu beras kencur, jamu temulawak dan lainnya.

Sutini, penjual jamu, saat ditemui pada Minggu (4/4) pagi di lapak dagangnya, mengatakan, jamu bikin badan sehat dan bugar.

Rutin minum jamu khasiatnya antara lain tidak ada aroma bau badan, metabolisme tubuh juga lancar, bahkan untuk pria membantu kejantanan dan bagi wanita merawat bagian intim.

"Saya bikin sendiri jamu-jamu ini, ada beras kencur, ada kunyit asam sirih, pinang, majakani, sambiloto, gula jahe, temulawak dan lainnya," kata Warga Kampung Pejabat, Banjarbaru ini.

Sutini merintis usaha jamu sejak 1988. Semula ia jualan keliling ke Sungai Ulin, lanjut Cempaka, kawasan pendulangan yang dulunya setiap hari jualan namun sekarang dua kali seminggu saja.

"Kalau Minggu pagi, khusus jualan di kawasan menuju ke gubernuran di Banjarbaru," seloroh Sutini.

Di situ, produksi Sutini sangat laris, tak heran jika dalam sehari itu saja jamunya terjual minimal 200 botol, maksímal 250 botol dengan harga Rp 10 ribu per botol. Berarti omset terkumpul Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta.

Sutini bersyukur, produk jamunya banyak digemari, bahkan pembeli dari luar kota ada yang datang ke rumah, membeli dalam jumlah banyak.

Kampung Pejabat sendiri singkatan dari Kampung Pembuat Jamu Loktabat, di situ bermukim para produsen jamu.  (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.