TRIBUNNEWSMAKER.COM - Suasana bahagia yang seharusnya menyelimuti sebuah acara pernikahan mendadak berubah menjadi tragedi berdarah yang mengejutkan warga.
Tuan rumah hajatan yang tengah sibuk menyambut tamu justru menjadi korban kebrutalan sekelompok preman tak dikenal.
Insiden mengerikan itu terjadi secara tiba-tiba, membuat para tamu panik.
Pelaku disebut datang dengan membawa bambu, lalu secara brutal menganiaya korban hingga tak berdaya di lokasi kejadian.
Jeritan histeris keluarga dan tamu undangan pecah, menciptakan suasana mencekam di tengah pesta yang seharusnya penuh kebahagiaan.
Korban sempat mendapatkan pertolongan, namun nyawanya tak tertolong akibat luka parah yang diderita.
Peristiwa ini sontak menggegerkan warga sekitar dan menjadi perbincangan luas di masyarakat.
Kini, aparat kepolisian tengah memburu para pelaku yang melarikan diri dan berjanji akan mengusut tuntas kasus tragis ini.
Baca juga: Heboh! Live Streamer Tewas di Kos Purwakarta Jabar, Fakta Terakhir Pinjam Uang Bikin Curiga
Seperti dketahui, sebuah hajatan pesta pernikahan yang malah berujung duka bikin geger Purwakarta, Jawa Barat.
Dadang (58), tuan rumah hajatan pernikahan malah diamuk sejumlah preman hingga meninggal dunia.
Korban dimakamkan diwarnai tangis keluarga pada Minggu (5/4/2026).
Peristiwa ini terjadi tepatnya di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu (4/4/2026) kemarin.
Kerabat korban, Asep Rabani, menceritakan suasana kepanikan warga saat kejadian.
Awalnya dia kira itu merupakan bagian dari acara, namun ternyata bukan.
"Saya tidak melihat langsung, karena sedang salat asar di masjid. Tapi sempat dengar teriakan dan suasana jadi riuh," kata kata Asep kepada wartawan di Mapolres Purwakarta, Minggu (5/4/2026).
"Awalnya kami kira hanya bagian dari acara, ternyata ada kejadian," imbuhnya.
Peristiwa tragis ini bermula saat korban yang menjadi tuan rumah hajatan didatangi sekelompok orang yang diduga berjumlah sekitar 10 orang dalam kondisi mabuk.
Mereka meminta uang kepada korban, dan awalnya korban sempat memberikan uang sebesar Rp100 ribu.
Namun para pelaku kembali meminta tambahan hingga Rp500 ribu, namun korban menolak.
Tiga orang di antaranya kemudian mengikuti korban dan melakukan pemukulan menggunakan potongan bambu yang mengenai bagian punggung dan kepala.
Akibat penganiayaan tersebut, Dadang sempat tak sadarkan diri sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Awalnya dikasih Rp100 ribu, tapi mereka minta lagi Rp500 ribu. Karena tidak dikasih, akhirnya terjadi pemukulan," kata Wahyu, adik korban.
Sementara itu, pihak keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Polres Purwakarta.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saeful Uyun, mengungkapkan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung secara maraton.
"Untuk peristiwa penganiayaan yang terjadi di Campaka, penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman keterangan dari para saksi," ujar Uyun saat dihubungi Tribunjabar.id, Minggu (5/4/2026).
Ia menegaskan, pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku. Namun, pelaku saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
"Pelaku sudah teridentifikasi dan saat ini dalam proses pengejaran," ucapnya.
(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)