TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabar mengejutkan datang dari Purwakarta, Jawa Barat, setelah seorang live streamer pria yang berinisial OSR (28) ditemukan tewas di kamar kosnya dalam kondisi mengenaskan.
Peristiwa ini langsung mengundang perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Korban diketahui masih aktif melakukan siaran langsung beberapa waktu sebelum ditemukan tak bernyawa.
Namun, ada fakta mencurigakan yang terungkap menjelang kematiannya.
Korban disebut sempat meminjam uang kepada seseorang dalam waktu dekat sebelum kejadian.
Hal ini memicu spekulasi bahwa ada sesuatu yang tidak beres di balik kematiannya.
Pihak kepolisian pun kini tengah mendalami berbagai kemungkinan, termasuk motif dan pihak-pihak yang terakhir berinteraksi dengan korban.
Sementara itu, warga sekitar mengaku terkejut dan tak menyangka kejadian tragis tersebut bisa terjadi di lingkungan mereka.
Baca juga: Inara Rusli Mendadak Ganti Nama Jadi Inarasati di Tengah Badai Kasus, Reaksi Wardatina Mawa Disorot
Seperti diketahui, seorang konten kreator live streamer bikin geger setelah ditemukan tewas di kamar kosnya, Minggu (5/4/2026) malam.
Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Basuki Rahmat, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Korban diketahui berjenis kelamin pria yang berinisial OSR (28).
Namun saat live streaming, dia kerap berpenampilan seperti perempuan.
Dikutip dari Tribun Jabar, seketika temuan mayat itu langsung membuat warga di sekitar lokasi heboh.
Warga berkerumun memadati area kos-kosan untuk menyaksikan proses evakuasi mayat.
Aparat kepolisian dari Unit Inafis Polres Purwakarta juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kamar korban juga langsung dipasangi garis polisi.
Jenazah OSR kemudian dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kakak ipar korban, Sinta, mengungkapkan komunikasi terakhir korban sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Sinta menjelaskan, korban terakhir berkomunikasi pada 11 Maret 2026.
Ia menyebut komunikasi terakhir hanya terkait permintaan pinjaman uang karena korban mengaku ATM miliknya hilang dan terblokir.
"Terakhir komunikasi tanggal 11 Maret, cuma pinjam uang. Setelah itu sudah tidak ada kabar lagi, bahkan saat Lebaran juga tidak ada komunikasi," ujar Sinta kepada Tribunjabar.id di lokasi, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, korban tidak pernah mengeluhkan sakit serius.
Namun, sempat mengaku mengalami gangguan pada penglihatannya sebelum pindah ke luar daerah.
Sinta juga mengungkap keseharian korban yang bekerja di bidang live streaming.
Dalam aktivitasnya, korban dikenal menggunakan nama “Alea” dan kerap tampil sebagai perempuan saat siaran.
"Dia kerja live streaming, tapi kami kurang tahu detailnya. Namanya Alea, jadi perempuan kalau lagi siaran," katanya.
Dari pekerjaan tersebut, Sinta mengatakan, korban disebut mampu meraup penghasilan sekitar Rp 4 juta per bulan.
Bahkan, sempat berencana merenovasi kamar dari hasil pekerjaannya itu.
Selain itu, keluarga juga menyebut korban dikenal cukup peduli dan kerap berbagi kepada orang sekitar, termasuk anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.
(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)