Aktivitas Gunung Slamet Pagi Ini, BPBD Banyumas Imbau Warga Jaga Jarak 3 Km
M Syofri Kurniawan April 06, 2026 10:09 AM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Zona bahaya di Gunung Slamet kini diperluas dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari kawah puncak. 

Kebijakan ini diambil menyusul masih adanya aktivitas vulkanik yang terpantau dalam beberapa waktu terakhir.

Hal ini berdasarkan laporan terbaru pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Slamet periode pengamatan Minggu (5/4/2026) pukul
00.00 WIB sampai 24.00 WIB. 

Baca juga: Suhu Kawah Gunung Slamet Melonjak Drastis, Jadi 463 Derajat Celcius

Gunung Slamet yang berada di perbatasan Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga tersebut terpantau masih menunjukkan aktivitas berupa hembusan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tebal setinggi 100–200 meter di atas puncak.

Laporan terbaru PVMBG, data Senin (6/4/2026) pagi, aktivitas kegempaan juga masih terekam, di antaranya lima kali gempa low frekuensi dengan amplitudo 3 - 4 mm dan durasi 14 - 23 detik. 

Selain itu, tercatat satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5 mm dan durasi 43 detik.

Sementara itu, tremor menerus (microtremor) juga masih terpantau dengan amplitudo dominan 0,5 mm, yang menunjukkan adanya aktivitas internal di dalam tubuh gunung.

Secara meteorologi, kondisi cuaca di sekitar gunung bervariasi mulai dari cerah hingga hujan, dengan suhu udara berkisar 21,4 - 29 derajat Celsius dan kelembaban 61 - 83 persen. 

Angin bertiup lemah ke arah barat.

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan, mengatakan masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak.

"Yang tadinya hanya 2 kilometer, kini diperluas menjadi 3 kilometer dari puncak. Masyarakat diminta tetap waspada dan siaga," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi hujan abu yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama mengikuti arah angin.

Pemantauan intensif terus dilakukan oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Slamet guna mengantisipasi adanya peningkatan aktivitas. 

Status gunung akan segera ditinjau kembali apabila terjadi perubahan signifikan, baik secara visual maupun kegempaan. (jti)

Baca juga: Gunung Slamet Waspada, Warga Dilarang Beraktivitas Hingga Radius 3 Kilometer Dari Kawah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.