TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Nama Vicky Aristo Katiandagho hingga kini masih menjadi buah bibir di jagat maya.
Mantan anggota Polri berpangkat Terakhir Aipda ini viral setelah video pengunduran dirinya beredar luas.
Spekulasi yang berkembang di media sosial mengaitkan mundurnya Vicky dengan mutasi mendadak saat dirinya tengah mendalami kasus dugaan korupsi besar.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi di balik layar keputusannya tersebut?
Sebelum menanggalkan seragam cokelatnya, Vicky dikenal sebagai sosok yang vokal saat menjabat Kanit Tipidkor di Polres Minahasa.
Ia tengah mengawal dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tas ramah lingkungan tahun anggaran 2020 di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp 2,2 miliar.
Vicky membeberkan bahwa penyelidikan yang dimulai sejak awal 2021 itu baru saja naik ke tahap penyidikan pada September 2024.
Namun, langkahnya terhenti ketika surat mutasi ke Polres Kepulauan Talaud turun di tengah proses penyidikan yang sedang berjalan.
“Saat penyidikan masih berjalan, saya dimutasi tanpa mengetahui alasannya,” ungkap Vicky sebagaimana yang dikutip Kompas.com.
Hal inilah yang diakuinya menjadi pemicu utama untuk mengajukan pengunduran diri pada Juni 2025, hingga akhirnya resmi disetujui pada awal 2026.
Kini, kehidupan Vicky berputar 180 derajat.
Lewat unggahan di media sosialnya, ia tampak menikmati keseharian baru sebagai pedagang kopi.
Tidak hanya videonya saat bersujud syukur di depan Mapolda Sulut yang menyita perhatian, tetapi juga sebuah pernyataanyang ia tuliskan:
“Lebih baik jadi tukang kopi daripada tunduk pada penjilat.”
Kalimat tersebut seolah menjadi penegasan atas prinsip hidup yang kini ia jalani setelah resmi pensiun per 1 April 2026.
Menanggapi isu yang liar berkembang, Polda Sulawesi Utara melalui Kabid Humas Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan angkat bicara.
Ia menampik adanya kaitan antara mutasi Vicky dengan kasus korupsi yang sedang ditangani.
"Benar, Pak, mutasinya bersifat rutin,” tegas Alamsyah kepada Tribun Manado, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, perpindahan dari Polres Minahasa ke Polres Kepulauan Talaud hanyalah bagian dari penyegaran organisasi.
Alamsyah juga menekankan bahwa pengunduran diri Vicky adalah atas keinginan pribadi dan telah mendapat restu keluarga.
“Benar kemauan sendiri dan juga atas persetujuan istri,” terang dia
Terkait video yang beredar, Alamsyah menyebut narasi yang berkembang di media sosial merupakan distorsi fakta.
Sehingga, ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial.
"Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten yang sudah diedit sedemikian rupa. Pengunduran diri yang bersangkutan adalah murni atas kesadaran dan kemauan sendiri," pungkasnya.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini