TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Di tengah isu pembatasan bahan bakar minyak (BBM) yang mulai berlaku per 1 April 2026 serta kenaikan harga plastik, pelaku UMKM di Mamuju Tengah mengaku tetap menggunakan jasa kurir untuk antar-jemput barang.
Nurhidayah, seorang pelaku UMKM, menyatakan bahwa dirinya tetap menggunakan jasa kurir seperti biasa.
Ia mengaku belum terdampak secara signifikan terhadap kebijakan yang beredar, sehingga aktivitas pengiriman produknya tidak berubah.
Baca juga: Sampah Plastik Berserakan di Taman Sport Center Polman Usai Event Balap Motor
Baca juga: Harga Plastik Naik 50 Persen Imbas Konflik Timur Tengah Pedagang di Mamuju Tengah Pilih Berhemat
"Saya tetap menggunakan jasa kurir seperti biasanya," ujar Nurhidayah ditemui di lapaknya, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Senin (6/4/2026).
Sementara itu, Ketua Kurir Mamuju Tengah, Sanusi, memastikan bahwa hingga saat ini belum ada kenaikan tarif kurir.
Ia menegaskan bahwa isu pembatasan BBM tidak berdampak pada biaya pengiriman di wilayah tersebut.
"Tidak ada kenaikan tarif, Pak," kata Sanusi.
Sanusi menjelaskan, stok BBM di Mamuju Tengah terpantau aman dan tidak mengalami kelangkaan.
Kondisi ini membuat aktivitas kurir berjalan normal tanpa penyesuaian tarif.
"Untuk di Mamuju Tengah sendiri, stok BBM aman, tidak mengalami kelangkaan, sehingga tidak berdampak pada kenaikan tarif kurir," jelasnya.
Dengan situasi ini, baik pelaku UMKM maupun para kurir di Mamuju Tengah masih dapat menjalankan kegiatan ekonomi dan pengiriman barang tanpa hambatan berarti, meski isu kelangkaan BBM dan kenaikan harga plastik tengah hangat diperbincangkan. (*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar, Sandi Anugrah