JK Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Hari Ini atas Fitnah Rp5 Miliar di Kasus Ijazah Jokowi
Darwin Sijabat April 06, 2026 11:49 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Gerah dengan tuduhan sebagai penyokong dana atau bohir di balik polemik ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), resmi menempuh jalur hukum. 

Melalui tim kuasa hukumnya, tokoh bangsa yang akrab disapa Pak JK ini melaporkan peneliti forensik digital, Rismon Sianipar, ke Bareskrim Polri pada Senin (6/4/2026).

Langkah tegas ini diambil setelah muncul narasi liar yang menyebut JK menggelontorkan dana sebesar Rp5 miliar kepada Roy Suryo untuk memperkarakan ijazah Jokowi.

Konsultasi Hukum dan Pembersihan Nama Baik

Kuasa hukum JK, Abdul Haji Talauho, mengonfirmasi kliennya memandang serius tuduhan ini karena menyangkut kehormatan dan nama baik yang telah dibangun puluhan tahun. 

Agenda di Bareskrim dimulai dengan konsultasi teknis sebelum laporan resmi diterbitkan.

"Betul jam 10 pagi. Karena itu juga langkah melaporkan Rismon itu bagian dari untuk mempertanggungjawabkan pernyataan-pernyataan yang telah dia sampaikan. Karena ini soal nama baik. Dan Pak JK tadi sudah sampaikan bahwa itu adalah fitnah, tuduhan fitnah sehingga ini harus disikapi secara serius," tegas Abdul Haji Talauho.

Bantahan Keras: Saya Tidak Kenal Rismon

Ditemui di kediamannya di Jakarta Selatan sehari sebelum pelaporan, Jusuf Kalla dengan nada tenang namun tegas membantah seluruh tudingan Rismon. 

JK menekankan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan gerakan yang mempersoalkan ijazah mantan pasangannya di pemerintahan tersebut.

JK mengakui mengenal Roy Suryo karena statusnya sebagai mantan menteri di kabinetnya dahulu, namun ia menutup pintu rapat-rapat terkait keterlibatan finansial.

Baca juga: Tak Gentar Isu Miring, Roy Suryo Tegaskan Akan Tetap Buktikan Dugaan Ijazah Jokowi Palsu

Baca juga: Iran Tantang Balik Ancaman Trump: Selat Hormuz Tetap Tutup Tanpa Kompensasi

"Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar. Saya tidak pernah kenal pun Rismon itu, apa pun, ketemu tidak pernah. Roy karena dia bekas menteri saya kenal, ya saya kenal. Tapi yang lainnya tidak," jelas JK pada Minggu (5/4/2026).

Ia juga menantang balik pihak penuduh untuk membuktikan kapan dan di mana pertemuan koordinasi itu terjadi.

"Saya tidak pernah terlibat dalam hal tersebut dan tidak pernah membantu atau apa pun dengan cara apa pun Roy Suryo dan Rismon itu. Apalagi pernah ketemu. Kalau memang pernah ketemu di mana, kapan?" tantangnya.

Mencari Kebenaran Formil

Pelaporan ini diharapkan menjadi titik terang untuk mengakhiri spekulasi yang berkembang di ruang publik. 

Jusuf Kalla ingin hukum membuktikan bahwa tuduhan tersebut hanyalah isapan jempol belaka.

"Maka besok pengacara mewakili saya untuk melaporkan ke Bareskrim Saudara Rismon, untuk mencari kebenaran, menetapkan kebenaran bahwa apa yang dikatakan itu adalah tidak benar," pungkas JK.

Kasus ini menambah babak baru dalam drama "Ijazah Jokowi" yang kini justru menyeret tokoh-tokoh besar nasional ke ranah hukum akibat dugaan penyebaran informasi palsu dan fitnah digital.

Respon Kubu Rismon Santai

Sebaliknya, kubu Rismon Sianipar menanggapi santai dan mempersilakan langkah hukum yang akan dilakukan tersebut.

"Saya pikir biarkan saja dulu, kan tidak segampang itu membuat laporan," kata Kuasa Hukum Rismon, Jahmada Girsang saat dihubungi, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Inilah 9 Purnawirawan TNI yang Ajukan Gugatan ke Polda Metro Jaya Terkait Ijazah Jokowi

Baca juga: Ciri-ciri Pria Asal Tungkal Jambi 7 Tahun Hilang Kontak, Ibu Dapat Kabar di Batam

Menurutnya, nanti laporan yang masuk ke kepolisian akan ditelaah dan diuji terlebih dahulu dengan bukti-bukti yang ada.

"Nanti di SPKT diuji dulu bukti-bukti awal apa yang disodorkan," ucapnya.

Dalam hal ini, Jahmada hanya memastikan jika kliennya tidak pernah menyebutkan nama Jusuf Kalla. 

Apa yang beredar saat ini disebutnya merupakan hasil olahan artificial intelligence (Ai).

"Rismon tidak pernah sebut nama pak JK. video yang beredar itu hoax, AI ya," tuturnya.

Baca juga: Pesona Danau Tangkas, Destinasi Alam dengan Spot Foto Menawan

Baca juga: Trump Deadline Iran Buka Selat Hormuz Pukul 8 Besok Malam atau Musnah

Baca juga: Meresahkan, 5 Pelaku Narkoba Ditangkap Polres Bungo

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.