Kisah Pengantin Pesanan Asal Indramayu di China Terkekang dan Alami Kekerasan, Kini Minta Tolong KDM
Juang Naibaho April 06, 2026 01:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Kisah pilu pengantin pesanan asal Jawa Barat, terus bertambah.

Kali ini seorang wanita muda bernama Kusnia (21) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, viral setelah membuat video curahan hatinya selama jadi pengantin pesanan di China.

Ia hidup terkekang dan mengalami kekerasan seksual.

Mirisnya, Kusnia tak bisa kabur karena semua dokumen miliknya disita oleh warga China tersebut.

Baca juga: HEBOH Pemalak Brutal di Purwakarta Keroyok Ayah Pengantin hingga Tewas di Lokasi Pesta Pernikahan

Wanita asal Kecamatan Cikedung itu diberangkatkan ke negara China untuk dinikahkan dengan warga negara asing (WNA). 

Dalam video berdurasi 1 menit 16 detik yang beredar, tampak wajah Kusnia diselimuti ketakutan. 

Ia pun sengaja mengirimkan pesan darurat yang ditujukan khusus kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Dalam videonya, Kusnia meminta tolong kepada Kang Dedy Mulyadi (KDM) untuk diselamatkan. 

“Kepada yang terhormat Gubernur Jawa Barat, pak Dedi Mulyadi. Perkenalkan nama saya Kusnia, saya dari Indramayu, Jawa Barat, saya sekarang berada di negeri China. Saya adalah salah satu korban pengantin pesanan pak, tolong saya,” kata Kusnia dengan suara bergetar dalam rekaman video, dikutip Minggu (5/4/2026). 

Kusnia memohon agar dirinya dibantu dipulangkan ke tanah air. 

Di China, ia mengaku sangat tersiksa. “Saya tersiksa di sini, saya sering kali mendapatkan kekerasan seksual jika saya tidak menuruti kemauan dia,” kata Kusnia. 

Baca juga: SOSOK Sugi, Korban Pengantin Pesanan di China Berhasil Kabur, Ditagih Rp65 Juta Jika Pulang

Masih dalam video itu, Kusnia menyebut dirinya tidak bisa kabur, pasalnya berkas-berkas seperti paspor dan lain sebagainya disita oleh WNA yang dinikahkan dengannya. 

Tak hanya itu, ruang gerak Kusnia juga dibatasi dan dilarang pergi ke mana pun. 

Di sisi lain, Kusnia menceritakan, dirinya bisa berada di negara tirai bambu tersebut setelah dikirim oleh dua orang Warga Negara Indonesia (WNI). 

Namun, saat Kusnia mengadu soal perbuatan WNA tersebut dan tidak betah ingin pulang, kedua WNI yang memberangkatkannya ke China justru mengancam balik. 

“Tolong saya, saya ingin pulang pak, saya ingin kembali bersama keluarga pak, saya ingin pulang, saya tersiksa di sini,” kata Kusnia. 

Tanggapan Bupati Indramayu

Merespons video tersebut, Bupati Indramayu, Lucky Hakim akan mencoba mencari tahu dahulu kejadian yang sebenarnya terjadi.

Mengingat, hingga saat ini, Lucky belum mendapat laporan atas kejadian yang menimpa Kusnia tersebut. 

“Saya belum dapat laporan,” kata Lucky di Pendopo Indramayu. 

Lucky menjelaskan, memang ada banyak sekali modus praktik TPPO yang menjerat Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Untuk itu, pemerintah daerah selalu mengingatkan agar menempuh prosedur resmi jika ingin bekerja ke luar negeri. 

Termasuk terkait kasus pengantin pesanan ini, kata Lucky, mesti dipastikan dahulu jenis visa yang digunakan, apakah visa turis atau visa kerja.

Serta status keberangkatannya, apakah berangkat secara personal atau ada oknum yang memberangkatkannya dengan modus bekerja.

“Pengantin pesanan ini menurut saya memang rawan sekali dengan human trafficking dan tidak terkontrol. Saya juga ingin tahu, ini benar atau enggak, ini akan coba kita selidiki,” kata Lucky. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.