Jalan Lingkar Jadi Sorotan, Warga Kesuy Watubela Tagih Janji Politik Bupati SBT
Mesya Marasabessy April 06, 2026 02:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kebutuhan infrastruktur dan layanan dasar masih menjadi persoalan utama masyarakat di Kecamatan Kesuy Watubela, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), hingga kini, Senin (6/4/2026).

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD SBT, Rudy Wajo, saat menggelar reses di wilayah tersebut mengaku, warga dari Negeri Lahema, Negeri Ilili, dan Negeri Effa menyampaikan berbagai aspirasi penting. 

Diantaranya pembangunan talud pemecah ombak, penyediaan transportasi laut berupa speed boat untuk anak sekolah, hingga pembangunan jalan lingkar Kesuy Watubela.

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan clostor, peresmian Pustu, peningkatan status Pustu menjadi Puskesmas, serta kebutuhan mendesak akan air bersih.

“Ini murni aspirasi masyarakat yang beta terima saat reses di Negeri Effa,” ujarnya. 

Baca juga: Dirugikan Rp7,25 Miliar, Haji Hartini Lapor 4 Anggota Polisi ke SPKT Polda Maluku 

Baca juga: Puluhan Tahun Jalan Rusak di Dusun Oli-Maluku Tengah Tanpa Perbaikan

Dibalik berbagai aspirasi tersebut, warga juga secara tegas menagih janji politik Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, terkait pembangunan jalan lingkar di wilayah mereka.

Janji tersebut, menurut warga, pernah disampaikan saat kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Negeri Lahema dan dituangkan dalam kontrak politik yang ditandatangani bersama masyarakat.

“Masyarakat tagih janji politik beliau yang sudah ditandatangani di atas materai,” ungkap Rudy.

Ia menjelaskan, tuntutan pembangunan jalan lingkar Kesuy Watubela menjadi salah satu aspirasi paling dominan yang disampaikan warga dalam reses tersebut.

Meski demikian, Rudy mengaku telah memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kondisi keuangan daerah yang saat ini sedang dalam kebijakan efisiensi anggaran.

“Beta sudah jelaskan soal efisiensi anggaran yang sedang berjalan,” katanya.

Dirinya menegaskan seluruh aspirasi masyarakat, termasuk tuntutan realisasi janji politik tersebut, akan tetap diperjuangkan dan disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Beta akan sampaikan hal ini kepada Bupati dan Wakil Bupati, baik melalui sidang paripurna DPRD maupun dengan cara lain,” tandasnya.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelaksanaan sunatan massal bagi warga setempat dan penyerahan seragam pengajian di Desa Lahema dan seragam olahraga bagi pengelola PAUD di Desa Effa.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.