Pencarian Nelayan Hilang di Pantai Pasir Putih Bengkulu, Tim SAR Kerahkan Drone dan Perahu Karet
Ricky Jenihansen April 06, 2026 02:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Pencarian korban kapal nelayan karam di kawasan Muaro Jenggalu yang berbatasan dengan Pantai Pasir Putih Bengkulu kembali dilanjutkan, Senin (6/4/2026).

Tim gabungan dari Basarnas bersama instansi terkait kembali menyisir perairan dan pesisir untuk menemukan satu nelayan yang masih dinyatakan hilang.

Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Syafril alias Ujang Sidik, warga Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.

Hingga hari kedua operasi, tim SAR terus mengoptimalkan pencarian korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu dengan membagi sejumlah sektor pencarian.

Pantauan di lokasi, sejak pagi hari tim gabungan telah bersiap di titik awal pencarian.

Cuaca yang relatif lebih bersahabat dibandingkan hari sebelumnya dimanfaatkan untuk memperluas area penyisiran, baik di laut maupun daratan sekitar pesisir.

Baca juga: Breaking News: Kapal Nelayan Karam di Pasir Putih Bengkulu, 1 Selamat 1 Masih Dicari

Pembagian Regu Pencarian (SRU)

Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, menyampaikan bahwa metode pencarian korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu masih menggunakan pola yang sama seperti hari sebelumnya, dengan pembagian lima Search and Rescue Unit (SRU).

“Untuk alut atau alat utama yang digunakan dalam pencarian hari ini masih sama seperti kemarin. Kami membagi tim menjadi lima SRU untuk memaksimalkan pencarian,” ujar Mega.

SRU 1 melakukan pencarian menggunakan perahu karet (LCR) milik Basarnas dengan menyisir jalur dari titik awal perahu korban tenggelam hingga ke titik A sejauh 5 kilometer.

Sementara SRU 2 melakukan penyisiran menggunakan LCR milik BPBD Kota Bengkulu dari titik yang sama menuju titik B dengan jarak pencarian juga sekitar 5 kilometer.

Untuk SRU 3, tim melakukan pencarian menggunakan rigid buoyancy boat (RBB) dengan cakupan area lebih luas, yakni sekitar 7,2 nautical mile (NM), meliputi beberapa titik koordinat yang telah ditentukan berdasarkan perkiraan hanyutan korban.

Sedangkan SRU 4 difokuskan pada penyisiran darat, dengan menyisir garis pantai dari titik awal hingga ke titik G sejauh 5 kilometer.

Adapun SRU 5 bertugas melakukan pemantauan udara menggunakan drone guna membantu mendeteksi kemungkinan keberadaan korban dari atas.

“Seluruh tim bekerja secara terpadu, baik di laut, darat, maupun udara. Harapannya korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu dapat segera ditemukan,” tambah Mega.

Pengerahan Alat Utama Gabungan

Dalam operasi pencarian korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu ini, sejumlah instansi turut terlibat dengan mengerahkan peralatan masing-masing.

Di antaranya Basarnas, Polair, BPBD, Dinas Sosial, serta pemadam kebakaran.

Perahu karet atau LCR menjadi andalan dalam menyisir perairan, terutama di titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat sebelum tenggelam.

Selain itu, penggunaan drone juga menjadi strategi tambahan untuk memperluas jangkauan pencarian, terutama di area yang sulit dijangkau oleh perahu.

KAPAL KARAM-Hujan lebat yang mengguyur Kota Bengkulu pada Minggu sore (5/4/2026) berujung petaka, Sebuah kapal nelayan dilaporkan karam di kawasan Pantai Pasir Putih sekitar pukul 16.35 WIB. Basarnas turunkan tim pencarian.
KAPAL KARAM-Hujan lebat yang mengguyur Kota Bengkulu pada Minggu sore (5/4/2026) berujung petaka, Sebuah kapal nelayan dilaporkan karam di kawasan Pantai Pasir Putih sekitar pukul 16.35 WIB. Basarnas turunkan tim pencarian. (TribunBengkulu.com)

Identitas Korban Insiden

Diketahui, peristiwa kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu ini melibatkan dua nelayan lanjut usia yang merupakan warga Kelurahan Lempuing.

Kedua korban masing-masing bernama Beri (62) dan Syafril (53) alias Ujang Sidik.

Dari dua korban tersebut, Beri berhasil selamat setelah berenang ke tepi pantai dalam kondisi lelah.

Sementara itu, Syafril hingga kini masih dalam pencarian dan diduga tenggelam di perairan sekitar lokasi kejadian.

Sejak insiden terjadi, pencarian korban kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu langsung dilakukan oleh tim SAR dengan menyisir area pesisir dan laut di sekitar lokasi kejadian.

Kronologi Kejadian Kapal Karam

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden kapal nelayan karam di Pasir Putih Bengkulu terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, kondisi cuaca di kawasan pesisir berubah drastis.

Hujan deras yang disertai angin kencang memicu gelombang tinggi yang menghantam perahu nelayan yang ditumpangi kedua korban.

Perahu yang tidak mampu menahan terjangan gelombang dilaporkan mulai kemasukan air.

Dalam waktu singkat, kapal tersebut akhirnya karam dan menenggelamkan kedua nelayan.

Situasi darurat tersebut membuat kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri secara maksimal.

Beri berhasil bertahan dengan berenang menuju pantai, sementara Syafril diduga terseret arus.

Tim SAR gabungan terus berupaya menyisir area yang diduga menjadi titik keberadaan korban.

Mega Maysilva menyatakan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan tim di lapangan.

“Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal. Mudah-mudahan korban segera ditemukan,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.