SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Rumor yang menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dirawat di Rumah Sakit Militer Nasional Walter Reed, Maryland, sebelum Paskah, dibantah keras oleh Gedung Putih.
Pihak Gedung Putih menegaskan Trump tetap bekerja di Kantor Oval sepanjang akhir pekan Paskah.
Rumor ini muncul setelah konferensi pers Gedung Putih pada Sabtu siang mendadak ditutup, memicu dugaan bahwa Trump tidak akan tampil di depan publik hari itu.
Juru bicara Gedung Putih merujuk pada pernyataan Direktur Komunikasi Steve Cheung di media sosial.
Cheung menulis: “Tidak pernah ada Presiden yang bekerja lebih keras untuk rakyat Amerika daripada Presiden Trump. Pada akhir pekan Paskah ini, dia telah bekerja tanpa henti di Gedung Putih dan Kantor Oval. Semoga Tuhan memberkatinya.”
Baca juga: Trump Didesak Dilengserkan, Dianggap Mulai "Tidak Waras", Amandemen Ke-25 Diusulkan
Trump sendiri belum terlihat di depan publik sejak pidatonya pada Rabu (1/4) malam terkait konflik dengan Iran. Ia diketahui tetap berada di Washington DC dan tidak bepergian ke Mar-a-Lago.
Rumor semakin liar setelah sejumlah akun media sosial mengklaim adanya penutupan jalan dan pembatasan penerbangan di sekitar RS Walter Reed.
Namun, informasi tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi.
Gedung Putih melalui akun resmi Rapid Response 47 di X juga menepis kabar tersebut, menyebutnya sebagai “teori konspirasi tidak masuk akal.”
Akun itu menulis: “Kaum liberal yang gila mengarang teori konspirasi tidak masuk akal ketika @POTUS tidak berbicara kepada pers selama 12 jam. Jangan takut! Presiden Trump benar-benar tidak pernah berhenti bekerja.”
Hingga kini, tidak ada foto, video, maupun sumber resmi yang mendukung klaim bahwa Trump dirawat di rumah sakit.
Materi visual yang beredar di internet sebagian besar tidak terverifikasi atau merupakan rekaman lama yang kembali dipublikasikan.