Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Terjadi insiden pelemparan bus pemain Borneo FC oleh oknum suporter, usai laga Madura United vs Borneo FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (5/4/2026) malam.
Laga pekan ke-26 Super League 2025/2026 ini berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan Borneo FC.
Atas kejadian itu, Manajemen Madura United mengaku prihatin dan manyampaikan permintaan maaf pada Borneo FC.
Pelemparan tersebut terjadi setelah pertandingan, pemain Borneo FC yang ada di dalam bus bahkan sempat mencoba untuk mengejar pelaku pelemparan.
"Kami menegaskan bahwa rivalitas dalam sepak bola hanya berlangsung selama 90 menit di dalam lapangan," kata Ketua Panpel Madura United FC, Mohammad Alwi, Senin (6/4/2026).
Lebih dari itu, ia menyebut, semua elemen di Madura United terikat oleh nilai kebersamaan dan persaudaraan, sebagaimana slogan “Madruji,” yakni Madura Damai, Rukun, dan Terpuji.
Sebagai bagian dari masyarakat Madura, juga menjunjung tinggi filosofi “Andhap Asor” dalam nilai “Tengka.” Yaitu sikap rendah hati, saling menghormati, serta menjunjung tinggi etika dan sopan santun dalam kehidupan sosial.
Baca juga: Alasan Madura United Gagal Datangkan Eks Pelatih Arema FC Padahal Visa sudah Terbit
"Nilai ini seharusnya menjadi landasan dalam setiap tindakan, termasuk dalam mendukung tim kebanggaan," ucapnya.
"Tidak ada pembenaran atas tindakan yang terjadi. Oleh karena itu, kami mengutuk keras segala bentuk perilaku yang mencederai sportivitas dan semangat fair play," tambah Mohammad Alwi.
Secara terbuka, Panpel Madura United FC menyampaikan permohonan maaf kepada manajemen Borneo FC atas insiden yang terjadi.
"Kami menegaskan, manajemen siap mendukung penuh setiap proses serta langkah yang akan diambil oleh pihak berwenang dalam menyikapi kejadian ini, demi menjaga integritas dan kehormatan sepak bola Indonesia," pungkas Mohammad Alwi.