TRIBUNJOGJA.COM - Jagat media sosial dihebohkan oleh kabar pencopotan siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta bernama Bayu dari jabatan pengurus OSIS gara-gara mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, pihak sekolah memberikan klarifikasi bahwa narasi-narasi yang kadung beredar luas tersebut adalah tidak benar, karena yang bersangkutan tidak menjabat sebagai pengurus organisasi apapun.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Muflikh Najib, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendalami duduk perkara video yang sempat viral di platform X itu.
Pihaknya pun sudah memanggil langsung siswa tersebut, untuk meminta klarifikasi dan keterangan mengenai hal-hal yang disampaikan dalam unggahannya.
"Mayoritas apa yang disampaikan itu tidak benar. Karena siswanya sendiri saat ini sudah kelas 12 dan bukan termasuk pengurus harian organisasi. Di kelas 11 pun dia tidak ikut organisasi apapun," ujarnya Senin (6/4/26).
Ia meluruskan, siswa bersangkutan memang pernah menjabat sebagai pimpinan di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), atau setingkat OSIS, saat masih duduk di bangku kelas 10 pada tahun 2023 silam.
Kala itu, siswa tersebut memutuskan mundur atas kemauan sendiri, jauh sebelum program Makan Bergizi Gratis mulai digulirkan kisaran pertengahan tahun 2025.
"Jadi, tidak dikudeta, tidak dilengserkan, tidak. Dan di kelas 10 beliaunya, anaknya itu, mengundurkan diri karena mungkin ada masalah sesuatu. Bukan karena MBG, lha MBG kan baru tahun ini, dia kelas 10 kan sudah 2023," katanya.
Pihak sekolah pun mengaku terkejut dengan munculnya video tersebut, terutama karena membawa-bawa nama institusi dalam narasi yang dianggap merugikan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
Berdasarkan penelusuran awal, video tersebut diambil setelah sang siswa melakukan pertemuan dengan salah satu demisioner Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM tempo hari.
"Kurang tahu juga saya, pertemuan apa sama demisioner BEM UGM, kalau nggak salah. Demisioner BEM UGM. Ya terkait itu, nggak tahu temanya tentang apa, ini perlu didalami semua itu," terangnya.
"Makanya, kalau kronologi kami juga belum paham, karena memang diawali dari pertemuan kemarin malam kalau nggak salah, dan itu (konten) baru mencuat pagi ini. Jadi, kita perlu mendalami," urai Najib.
Walau begitu, SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta memastikan pelajar yang mengaku bernama Bayu tersebut sampai sejauh ini masiih berstatus siswa aktif.
Bahkan, ia memaparkan, siswa yang kini duduk di bangku kelas 12 itu masih menjalani ujian, sehingga pihaknya belum bisa secara intensif meminta keterangan mendetail.
"Tapi anaknya mengakui itu, iya, dia mengatakan bahwa (yang disampaikan di video), 'Ya itu tidak benar Pak,' bilang begitu. Nah, alasannya apa? Itu baru ditelusuri, karena kita tidak mau menyita waktu dia untuk ujian," pungkasnya. (aka)