Ground Breaking Jalan Gedung Aji-Umbul Mesir, Wagub Tekankan Kualitas dan Pengawasan 
Reny Fitriani April 06, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Tulangbawang - Pemerintah Provinsi Lampung yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara langsung menghadiri kegiatan groundbreaking pembangunan Jalan Gedung Aji–Umbul Mesir di Desa Sumber Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Senin (6/4/2026).

Pantauan Tribunlampung.co.id di lokasi, proses awal pembangunan jalan mulai dilakukan. 

Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang yang dipimpin Wakil Bupati Hankam Hasan beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Jihan Nurlela menegaskan bahwa pembangunan jalan harus mengedepankan kualitas dan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

“Harus sesuai ya spesifikasinya. Pembangunan ini pengorbanannya luar biasa, bukan uang sedikit, ini uang yang dikumpulkan dengan susah. Dinas-dinas sampai harus menurunkan ego kegiatannya perbaikan jalan provinsi ini,” kata Jihan. 

Baca Juga Cerita Sopir Pernah Terjebak 3 Hari di Ruas Jalan Gedung Aji–Umbul Mesir Tulangbawang

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pekerjaan proyek yang dikerjakan setengah hati atau tidak sesuai ketentuan.

“Jangan sampai ada paket yang kurang. Itu bisa menjadi dosa jariah bagi para pekerja. Kerjakan pekerjaan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. 

Jihan turut meminta keterlibatan semua pihak dalam pengawasan proyek, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, hingga masyarakat.

“Saya minta dibantu Pak Wakil Bupati, pemerintah daerah, DPRD untuk mengawasi, termasuk masyarakat. Bahkan karyawan FB pun saya minta ikut mengawasi,” ucapnya. 

Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memastikan proyek berjalan dengan baik.

“Masyarakat tolong awasi agar para pekerja dan pengawas benar-benar bekerja dengan baik,” tambahnya.

Selain itu, Jihan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga jalan yang telah dibangun nantinya.

“Kalau sudah dibangun, mari kita jaga bersama. Perhatikan drainase, jangan sampai banyak rumput dan genangan air. Jalan ini musuhnya air, jadi harus dijaga dengan gotong royong. Ini jalan kita semua,” katanya.

Ia memastikan bahwa spesifikasi pembangunan yang digunakan merupakan yang terbaik agar jalan dapat bertahan lama.

“Tadi sudah dijelaskan spesifikasinya oleh pak Kadis BMBK, harus yang terbaik. Insyaallah sampai anak cucu bisa awet dan pembangunan akan berkelanjutan. Doakan Pak Gubernur sehat, kita semua sehat, dan pembangunan terus berlanjut,” ujarnya lagi. 

Sementara itu, Wakil Bupati Tulang Bawang, Hankam Hasan, berharap pembangunan tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Harapan kita pembangunan ini berkelanjutan. Saya minta kepada warga Tulang Bawang, khususnya Kecamatan Gedung Aji, camat dan kepala kampung untuk mengawal pembangunan ini,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak turut mengawasi jalannya proyek agar tidak terjadi kendala.

“Kita awasi supaya tidak ada kendala. Rekanan silakan koordinasi jika ada masalah,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Kampung Sumber Agung, Sahel, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jalan yang telah lama dinantikan masyarakat.

Ia menyebut proyek tersebut merupakan harapan besar warga yang telah menunggu selama puluhan tahun.

“Kami sangat bersyukur. Ini proyek luar biasa. Sudah sekitar 30 tahun kondisi jalan seperti ini, dan baru di tahun 2026 ini bisa terealisasi,” ungkapnya.

Sahel juga mengungkapkan bahwa sebelumnya aspirasi pembangunan jalan telah disampaikan kepada Gubernur Lampung saat kunjungan di bulan Ramadan.

“Alhamdulillah sekarang sudah terealisasi. Mudah-mudahan ke depan kita terus bersyukur agar pembangunan bisa berlanjut,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan tidak hanya berhenti di titik tersebut, tetapi dapat dilanjutkan hingga wilayah Rawa Pitu yang dikenal sebagai lumbung pangan.

“Rawa Pitu ini lumbung pangan, tapi akses jalannya masih banyak yang belum memadai. Ada jalan balai besar, jalan transmigrasi, dan lainnya. Mudah-mudahan pemerintah pusat juga bisa turun tangan menyelesaikan sampai ke dalam,” harapnya.

Sahel juga menegaskan kesiapan masyarakat untuk menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun, termasuk mengontrol kendaraan yang melintas agar tidak melebihi kapasitas.

“Kami siap menjaga. Kalau ada kendaraan dengan tonase berlebih, kita akan sama-sama melarang. Karena jalan ini ada kapasitasnya, apalagi kondisi tanah gambut yang rawan rusak,” jelasnya.

Ia optimistis pembangunan jalan tersebut akan berdampak besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kalau jalan ini baik, InsyaAllah ekonomi masyarakat akan semakin meningkat,” tandasnya. 

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.