Tribunlampung.co.id, Lombok - Muhammad Saleh (60), seorang marbot sekaligus tukang yang mengabdi di Masjid Babussalam Semparu, Lombok Tengah, diam-diam menabung Rp86,1 juta.
Saleh memutuskan untuk berhenti merokok dan mengalihkan dana harian tersebut untuk ditabung di balik pintu triplek masjid.
Niatnya hanya satu, memberikan kontribusi bagi pembangunan atau kepentingan masjid yang ia jaga. Karena itu, dia bertekad memulai aksinya pada Juni 2020.
“Mulei nyeleng kira-kira pas lebaran haji, kepeng rokok sak mule tebeng, tetabung lah, murni teperuntukan jok kepentingan masjid (uang rokok yang mulanya dikasih, ditabung dan murni untuk keperluan masjid,” ucap Saleh dikutip dari TribunLombok, Senin (6/4/2026).
Tak dipungkiri, dia sempat merasa khawatir dan terbebani secara moral jika tabungan tersebut diketahui orang lain sebelum waktunya. Tanggung jawab menjaga uang tersebut sangat berat hingga membuatnya sulit tidur.
Baca juga: Marbot Masjid di Bandar Lampung Alami Luka Robek Akibat Dianiaya 2 Juru Parkir
“Khawatir penuh soal, mun tutup masjid niki, nane jak wah lega wah (khawatir, awalnya karena kan kalau tutup masjid, tapi sekarang setelah ditemukan uang Rp86,1 juta, lega sudah,” ujarnya.
Ketika pintu triplek tersebut akhirnya dibongkar pada hari Kamis 2 April 2026, semua orang terkejut, termasuk Saleh sendiri.
Jumlah uang yang terkumpul mencapai angka fantastis, yakni Rp 86,1 juta. Angka ini jauh melampaui perkiraan awalnya.
Kejutan ini terungkap saat pengurus masjid memutuskan untuk membongkar pintu tersebut dalam rangka renovasi.
Alih-alih hanya menemukan tumpukan kayu, warga justru mendapati gumpalan uang kertas pecahan Rp100.000 dalam jumlah yang sangat banyak.
Ketua Pembangunan Masjid Babussalam, TGH Lalu Muhdar Mukhtarullah, mengaku terkejut saat melihat warga sedang menghitung uang di atas pintu yang telah dibobol.
“Saya dibangunkan jamaah, sesampainya di masjid saya sudah temukan orang menghitung uang di atas pintu. Di atas pintu yang sudah dibobol dengan tumpukan uang ratusan ribu yang merah. Sangat banyak kelihatannya masih bertumpuk,” ucap TGH Lalu Muhdar pada Minggu (5/4/2026).
Uang fantastis tersebut ternyata merupakan inisiatif mandiri dari marbot masjid dan sang kepala tukang.
Rupanya mereka menyisihkan uang, melintingnya kecil-kecil, lalu memasukkannya melalui sebuah lubang sempit di bagian atas pintu yang difungsikan layaknya sebuah celengan raksasa.
Selama masa pembangunan, sosok “Hamba Allah” sering disebut-sebut oleh kepala tukang dan marbot masjid sebagai donatur yang siap membantu kebutuhan masjid, yang ternyata merujuk pada tabungan rahasia tersebut.
“Kalau di kepala tukang sering dia sebut hamba Allah. Ketika kita mau beli lampu gantung atau apalah, insya allah kita punya hamba Allah yang siap menyumbang. Ternyata itu yang dimaksud,” jelas TGH Lalu Muhdar.
Setelah dilakukan penghitungan akhir yang teliti di bank, jumlah uang tersebut mencapai angka Rp86,1 juta, lebih tinggi dari perkiraan awal warga yang sebesar Rp85,4 juta.
Keputusan pembongkaran pintu ini pun dinilai tepat waktu agar uang kertas tersebut tidak rusak dimakan rayap.
Kini, seluruh dana tersebut telah masuk ke kas resmi masjid dan akan digunakan untuk mendanai kelanjutan proyek pembangunan yang telah mencapai progres 60 persen.
“Uangnya ada di kas masjid dan itu akan digunakan untuk pembangunan masjid yang masih panjang. Kita mulai mengarah pembangunan ke tempat wudu, MTK dan seterusnya itu kita target yang besar karena akan dibangun ulang dari nol,” pungkas TGH Lalu Muhdar.
Tercatat hingga akhir tahun 2005, sekitar 99 persen dari total dana pembangunan masjid sebesar Rp3,6 miliar murni berasal dari donasi warga, baik yang diberikan secara terbuka maupun melalui cara-cara unik seperti celengan rahasia di balik pintu ini.