TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota DPRD Riau dari Daerah Pemilihan (Dapil) Siak-Pelalawan, Muhtarom, meminta pemerintah untuk segera memikirkan penambahan ruang Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta.
Hal ini disampaikan menyusul kondisi keterbatasan ruang ICU yang dinilai sudah cukup parah di sejumlah rumah sakit di Riau.
Menurut Muhtarom, saat ini banyak pasien yang harus mengantre untuk mendapatkan perawatan intensif karena ruang ICU hampir selalu penuh.
Kondisi tersebut bahkan kerap terjadi berulang kali, sehingga menyulitkan pasien yang membutuhkan penanganan segera.
Ia menjelaskan, setiap kali ada pasien yang hendak dirujuk ke ruang ICU, rata-rata kondisinya sudah penuh.
Tidak hanya terjadi sekali, tetapi hampir setiap hari rumah sakit mengalami keterisian penuh pada ruang ICU tersebut.
“Ketika daerah (Kabupaten Kota) ingin merujuk pasien ke ICU, sering kali tidak tersedia tempat. Ini menjadi persoalan serius yang harus segera diatasi," ujarnya.
Keluhan ini banyak diterimanya dari masyarakat yang ingin mendapatkan perawatan intensif di tingkat Provinsi namun harus mengantri mendapatkan ruang ICU.
Baca juga: Dinas Perikanan Kampar Masih Mendata Ikan Keramba yang Mati Massal Mendadak di Sungai Tapung
Baca juga: Kasus AIDS di Riau Didominasi Karyawan dan Wiraswasta, Usia Produktif Paling Rentan
"Selalu penuh ketika ada warga dari daerah ingin dirujuk ke Pekanbaru, inikan berbahaya, sementara situasinya darurat,"ujar Muhtarom.
Muhtarom menilai, kondisi ini menunjukkan, kapasitas ruang ICU yang ada saat ini masih sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan intensif.
Akibatnya, tidak sedikit pasien yang terpaksa menunggu atau bahkan tidak mendapatkan penanganan yang optimal.
Ia juga mempertanyakan apakah penuhnya ruang ICU disebabkan oleh keterbatasan fasilitas atau memang tingginya jumlah pasien yang membutuhkan perawatan intensif.
Namun menurutnya, kedua faktor tersebut kemungkinan besar saling berkaitan.
“Kalau kita lihat kondisi di lapangan, memang banyak masyarakat yang membutuhkan ruang ICU, sementara jumlah ruang yang tersedia sangat terbatas," jelasnya.
Kondisi ini, lanjut Muhtarom, harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan layanan kesehatan, khususnya ruang ICU, merupakan hal mendasar yang harus dipenuhi demi keselamatan masyarakat.
Untuk itu, ia meminta pemerintah provinsi serta pengelola rumah sakit, baik negeri maupun swasta, agar segera merencanakan penambahan ruang ICU.
Langkah ini dinilai penting guna mengantisipasi lonjakan pasien di masa mendatang.
"Harapannya, dengan adanya penambahan ruang ICU, masyarakat yang membutuhkan perawatan intensif bisa tertangani dengan baik dan tidak lagi terkendala karena keterbatasan fasilitas,"ujarnya.(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)