- Tim penyelamat Israel menemukan dua jenazah dari reruntuhan bangunan yang terkena serangan rudal di Haifa pada Minggu (5/4/2026).
Pencarian korban dilakukan setelah satu rudal berat menghantam bangunan di kota tersebut.
Dua orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga operasi penyelamatan berlanjut.
Petugas penyelamat bekerja bersama Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel selama beberapa jam.
Bangunan yang terkena serangan dilaporkan hancur sebagian.
Sebagian struktur bangunan runtuh akibat ledakan.
Bagian bangunan yang tersisa dinilai tidak stabil dan berisiko ambruk.
Kondisi itu menyulitkan proses pencarian korban.
Salah satunya pria berusia 82 tahun dalam kondisi serius, yang kemudian dievakuasi dari bawah reruntuhan.
Seorang bayi berusia 10 bulan juga dilaporkan mengalami luka ringan akibat pecahan material.
Rekaman video dari lokasi menunjukkan kendaraan rusak parah, satu kendaraan terlihat terbalik di sekitar area terdampak.
Ambulans dan petugas darurat langsung dikerahkan ke lokasi.
Api juga terlihat menyala di kejauhan setelah ledakan terjadi.
Sementara pihak Iran belum mengonfirmasi keterlibatan langsung dalam serangan di Haifa.
Namun Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah meluncurkan gelombang rudal balistik ke Israel pada hari yang sama.
Pejabat Israel kini menyelidiki alasan rudal tersebut tidak dicegat sistem pertahanan udara.
Polisi Israel juga mengirim tim penjinak bom ke beberapa titik di wilayah utara negara tersebut.
Serangan ini menjadi bagian dari empat gelombang rudal yang diluncurkan Iran pada Minggu (5/4/2026).
Salah satu gelombang lain juga menghantam kawasan industri dekat Beersheba.
Pihak berwenang khawatir serangan berikutnya dapat menyasar fasilitas kimia dan petrokimia penting.
Dikhawatirkan hal ini akan meningkat minggu ini, maka semua lokasi tersebut menjadi garis terdepan dalam perang rudal antara Iran dan Israel.
(*)
# rudal # iran # haifa # israel