Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Tengah mendorong pembangunan Pelabuhan Feri Teluk Dalam di Seram Utara melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).
Dorongan itu disampaikan para wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Seram Utara, Maluku Tengah.
Mereka antara lain, Politisi Partai Demokrat Zainal Efendi Ie dan Politis Partai Kesejahteraan Rakyat (PKS).
Saat diwawancarai di Kantor DPRD Maluku Tengah, Senin (6/4/2026), Zainal Efendi Ie menilai bahwa anggaran pembangunan dermaga tersebut baiknya melalui Kementerian terkait.
"Kalau (hemat) saya itu (anggarannya) langsung dari kementerian. Karena anggaran APBD tidak mungkin bisa merealisasi rencana tersebut," ujar Zainal.
Wakil Rakyat itu merespon positif langkah yang diambil Pemda Maluku Tengah, pasalnya perbaikan Jalan Nasional Trans Seram 'SS' yang sering dilintasi masyarakat cukup menguras anggaran .
Baca juga: Buka Isolasi Wilayah di Serut, Pemkab Malteng Rencanakan Pembangunan Pelabuhan Feri Teluk Dalam
Baca juga: Akses Pendakian Gunung Salahutu Rusak Parah, Dikeluhkan Warga hingga Turis
"Diperbaiki pada satu titik, titik berikutnya alami kerusakan, langkah yang diambil oleh Pemda itu sangat efektif membuat Pelabuhan atau Dermaga Feri di Pa'a (Kecamatan Seram Utara Barat)," imbuh Zainal.
Adapula pandangan dari Anggota Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Ardiansyah Makatita yang mendukung penuh dibangunnya Pelabuhan Feri Teluk Dalam tersebut.
"Jalur strategis ini tak hanya jadi penghubung antar kecamatan melainkan dapat membuka peluang tuk jalur transportasi antar kabupaten," tutur Wakil Rakyat itu.
Ia berpendapat, harus ada intervensi APBN (dalam proses pembangunan) karena daerah terdampak efisiensi.
"Kedepan ini mungkin bisa dikelola oleh daerah, keuntungan bagi daerah jika dermaga ini difungsikan maka membuka peluang PAD," jelasnya.
Dikatakan, Jalan Nasional Trans Seram SS rawan terjadi bencana, dan jalur lintas Pulau Seram di daerah Saleman notabene melintasi kawasan konservasi, maka dengan alasan konservasi bisa jadi (jalur tersebut) akan ditinjau kedepan.
Tentu disampaikan, rencana pembangunan jangka Feri Teluk Dalam itu sejalan dengan usulan Fraksi PKS pada Paripurna DPRD Maluku Tengah beberapa waktu lalu.
"Kami usul harus ada jalur transportasi alternatif SUB ke Serut dalam rangka memudahkan masyarakat, semisal mengirim hasil pertanian," pungkas Ardiansyah. (*)