Tragedi Jalan Lingkar Selatan Kota Jambi Anak 10 Tahun Tewas, Ternyata Begini Kondisi Aspalnya 
asto s April 06, 2026 09:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seorang anak kecil tewas terlindas truk akibat kecelakaan di Jalan Lingkar Selatan, Kota Jambi.

Kecelakaan maut di jalan nasional di Kota Jambi itu berawal saat seorang bapak memboncengkan anaknya berusia sekitar 10 tahun.

Putri, warga daerah Lorong Mustika, Kelurahan Lingkar Selatan, menuturkan kecelakaan bermula saat sebuah sepeda motor melintas dari arah Masjid Baitul Mukminin menuju Simpang Tiga Paal Merah.

"Anak itu membonceng bapaknya. Mereka mau menjenguk ibunya ke rumah sakit karena sakit jantung. Tapi saya tidak tahu dirawat di rumah sakit mana,” ujar Putri.

Bapak pengendara sepeda motor berupaya menghindari truk yang meluncur dari arah berlawanan. 

Namun, setang sepeda motor tersebut diduga tersenggol badan truk.

Akibat senggolan itu, sepeda motor jatuh. 

"Sopir truknya kabur. Pas orang sudah ramai, langsung menghilang. Mobilnya kemudian dijemput, tapi saya kurang tahu siapa yang membawa,” jelasnya.

Akibat kecelakaan itu, anak berusia sekitar 10 tahun tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Anak kecil itu meninggal di tempat. Setelah itu dibawa ke rumahnya di kawasan Kebon IX,” ungkap Putri.

Seorang pedagang es tebu di sekitar lokasi membenarkan adanya kecelakaan tersebut. 

Peristiwa itu terjadi di dekat Masjid Baitul Mukminin, yang lokasinya di daerah seberang Perumahan Liverpool Jambi. 

Namun, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian.

Jalur Maut di Jalan Nasional

Warga lainnya, Siti, mengaku kecelakaan di ruas Jalan Lingkar Selatan kerap terjadi. 

Dia bilang, dalam sebulan terakhir, sudah dua kali kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Bulan ini saja sudah dua kali kecelakaan. Di Simpang Bakung satu, di sini satu. Memang rawan sekali,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, sebelumnya sering terjadi insiden serempetan di kawasan tersebut.

“Tahun lalu sering serempetan, jatuh. Kami juga pernah terserempet, untung cuma luka ringan,” tambahnya.

Warga berharap adanya peningkatan keselamatan di ruas jalan tersebut, mulai dari kehati-hatian pengendara hingga penyediaan rambu dan fasilitas lalu lintas.

“Harapannya di Simpang Bakung ada lampu merah, dan pengendara lebih hati-hati supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkas Putri dan Siti. 

Bagaimana Penampakan Jalan Lingkar Selatan?

Pantauan Tribunjambi.com di sepanjang lokasi kecelakaan, Senin (6/4/2026), arus lalu lintas ramai kendaraan besar, seperti truk dan tronton.

Aspal jalan di sana banyak yang bergelombang. Tampak tambal sulam aspal di beberapa titik.

Beberapa pengendara dan warga yang diwawancarai Tribun, mengatakan jalan tersebut membahayakan pengendara sepeda motor.

"Aspalnya bergelombang, bahaya banget. Motor jalan lurus, bisa belok sendiri, padahal lawannya truk-truk besar," tutur Inung, pengendara sepeda motor yang tinggal di kawasan Desa Mekar Jaya.

Sejak tahun lalu hingga Maret 2026 lalu, aspal di jalan nasional itu banyak lubang.

Tambal aspal baru dilakukan sekira beberapa minggu terakhir. "Itu pun gak semua ditambal. Lihat saja itu, bang, aspal gelombang. Motor jalan lurus, bisa belok dewek," tuturnya kesal.

Saking kesalnya, Inung menyuruh pejabat pengelola jalan nasional untuk naik motor sendiri ke Jalan Lingkar Selatan Kota Jambi, agar mengetahui risiko tinggi di sana.

"Suruhlah pejabat jalan itu turun ke sini, naik motor sendiri. Biarlah dia coba. Dak mungkin berani," tutur inung.

Pantaun Tribun Jambi di lokasi, jalan sepanjang simpang tiga dekat lokasi kecelakaan hingga Simpang Ahok banyak titik jalan membahayakan.

Banyak titik aspal jalan bergelombang, ada juga yang tidak rata. 

"Itu sudah viral tapi bebal pejabatnya, dak dibaikin juga," ujar Rudi, warga setempat.

Dia menuturkan sudah sering orang jatuh di Jalan Lingkar Selatan. 

"Saran saya, benerin lah jalan ini. Ini jalan ramai. Kasihan warga sini yang naik sepeda motor, kerap jatuh. Kalau naik mobil, aman-aman bae," tuturnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: Perjuangan Wiwin Hapus Stigma Eks Lokalisasi Payo Sigadung: Saya Cinta Kampung Ini

Baca juga: Satu Anak Dilarikan ke IGD akibat Kebakaran di Kenali Besar Tadi Sore

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.