KBIHU Al Wahid Rezki Barokah Gelar Manasik Haji di Pulau Sebatik Nunukan, Jemaah Akui Terbantu
Junisah April 06, 2026 09:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Wahid Rezki Barokah menggelar kegiatan manasik haji bagi Calon Jemaah Haji di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Kegiatan manasik haji ini berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (2/4/2026) hingga Minggu (5/4/2026), dengan menghadirkan sejumlah pemateri berpengalaman.

Hj Wahida, Direktur KBIHU Al-Wahid Rezki Barokah, menjelaskan kegiatan  manasik haji ini bertujuan menambah pengetahuan jemaah di luar materi yang diberikan Kementerian Haji dan Umrah.

“Satu jemaah yang mengikuti KBIHU bisa mendapatkan manasik haji sebanyak 12 kali. Ini memberikan dasar yang kuat sebelum berangkat ke Tanah Suci,” jelas Hj Wahida kepada TribunKaltara.com.

Baca juga: Manasik Haji Bagi Dua Calon Jemaah Asal Malinau Digabung dengan Bulungan, Begini Penjelasannya

Pemateri manasik haji, merupakan pemateri yang berpengalaman yang juga nantinya akan menjadi pendamping jemaah haji.

Pada hari pertama, Kamis (2/4/2026), materi disampaikan oleh H Sayid Abdullah yang juga menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Nunukan, membahas Sirah Nabawiyah sebagai dasar pemahaman ibadah haji.

Kemudian pada Jumat (3/4/2026), H Sayid Abdullah kembali memberikan materi tentang hikmah ibadah haji serta adab bangsa Arab. 

Di hari yang sama, dr Irna juga memberikan pembekalan terkait manasik kesehatan bagi para Calon Jemaah Haji.

Selanjutnya, Sabtu (4/4/2026), H Muh Soleh, Kepala KUA Tanjung Palas Tanjung Selor, yang menyampaikan materi teknis pelaksanaan haji, meliputi miqot, ihram, sa’i, tahalul awal, hingga talbiyah. 

Baca juga: Beri Bimbingan Manasik Haji di Sebatik, Kepala Kanwil Kemenhajum Kaltara Saleh: Harus Sering Diulang

Materi juga dilanjutkan dengan pembahasan miqot, wukuf, mabit di Muzdalifah, lontar jumrah, hingga tahalul tsani.

Puncaknya pada Minggu (5/4/2026), H M Asmayadi, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sebatik mengupas tuntas manasik serta hakikat ibadah haji yang membuat peserta semakin memahami makna spiritual di baliknya. 

Salah satu calon jemaah haji, Subaedah, mengaku senang dan bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, banyak ilmu baru yang didapatkan, termasuk pemahaman teknis pelaksanaan ibadah haji.

“Alhamdulillah, saya sangat senang karena ada ilmu dan pengetahuan baru terkait haji. Kami juga melakukan praktik, sehingga ada gambaran nyata tentang pelaksanaan haji nantinya,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, keberadaan KBIHU sangat membantu calon jemaah, terutama saat berada di Mekkah dan Madinah.

MANASIK HAJI - Calon jemaah haji mengikuti praktik Manasik Haji yang digelar KBIHU Al-Wahid Rezki Barokah di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini menjadi bekal penting sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
MANASIK HAJI - Calon jemaah haji mengikuti praktik Manasik Haji yang digelar KBIHU Al-Wahid Rezki Barokah di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini menjadi bekal penting sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. (ISTIMEWA/Faizal Afandi)

“Dengan adanya KBIHU, akses dan pelaksanaan ibadah di tanah suci jadi lebih mudah, terutama bagi pemula,” tambahnya.

Menariknya, ia mengaku persiapannya kini sudah mencapai 80 persen, berkat kombinasi belajar dari manasik, buku panduan Kementerian Haji dan Umrah, serta berbagi pengalaman dengan jemaah yang sudah berhaji.

Kegiatan ini pun dinilai menjadi bekal penting bagi calon jemaah agar lebih siap, baik secara ilmu, fisik, maupun mental sebelum berangkat ke Tanah Suci.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.