Begini Nasib Kapal Tanker Indonesia Tertahan di Selat Hormuz, Dubes Iran Beri Penjelasan
Moch Krisna April 06, 2026 09:32 PM

 






TRIBUNSUMSEL.COM --
Pemerintah Iran melalui Duta Besarnya di Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memberikan pernyataan resmi mengenai status Selat Hormuz. 

Dalam keterangannya, Boroujerdi menekankan bahwa aktivitas di salah satu titik transit minyak tersibuk di dunia itu masih berlangsung tanpa adanya blokade.

Jalur perdagangan strategis tersebut tetap beroperasi, namun dengan penerapan protokol keamanan khusus selama masa perang.

Pernyataan itu disampaikan Boroujerdi menjawab pertanyaan soal Kapal tanker Indonesia yang hingga saat ini belum bisa melintas Selat Hormuz.

Dubes Boroujerdi menjelaskan bahwa ketidakamanan yang terjadi di wilayah tersebut merupakan tanggung jawab pihak luar yang melakukan invasi terhadap Iran. 

Meski begitu, Iran menjamin keselamatan jalur bagi negara-negara sahabat.

Namun, ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi intensif dengan pemerintah Iran bagi setiap kapal yang ingin melintas. 

Hal ini berkaitan dengan status siaga dan aturan khusus yang diberlakukan Iran di wilayah kedaulatannya.

"Perlu dilakukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak pemerintah Iran dikarenakan saat ini sedang diberlakukan protokol-protokol khusus saat perang," jelasnya.

Koordinasi ini, menurut Boroujerdi, sangat krusial agar kapal-kapal kargo dari negara sahabat tetap bisa melintas dengan aman tanpa hambatan teknis maupun keamanan di lapangan.

 

Larangan Bagi Musuh

Lebih lanjut, Boroujerdi menyatakan bahwa Iran membuka pintu bagi negara-negara yang memiliki hubungan baik untuk membicarakan teknis pelayaran di Selat Hormuz.

Jalur tersebut dipastikan terbuka bagi mereka yang bersedia melakukan pendekatan diplomatik.

"Tentu saja kami pasti akan memberikan izin kepada pihak yang melakukan pendekatan dan negosiasi dengan Iran," tegasnya.

Kendati demikian, sikap berbeda diambil Iran terhadap negara-negara yang dianggap sebagai musuh atau melakukan agresi terhadap kedaulatan mereka.

Iran secara tegas akan menutup akses bagi kapal-kapal dari negara lawan.

"Hanya saja, pihak yang merupakan negara musuh tidak akan diizinkan lewat," ujar Boroujerdi.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.