Petugas Gabungan Amankan Puluhan Barang Terlarang Milik Warga Binaan di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya
ferri amiril April 06, 2026 09:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Tim gabungan bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke ruangan tahanan warga binaan pemasyarakatan, Senin (6/4/2026).

Pemeriksaan ruang tahanan ini dilakukan sebagai antisipasi peredaran narkoba maupun penyimpanan barang berbahaya yang memang dilarang untuk dibawa ke dalam kawasan Lapas.

Adapun petugas gabungan menemukan barang-barang berupa pewangi ruangan, gunting, korek api, hingga kabel serta satu buah pisau kater.

Kebanyakan petugas menemukan pewangi ruangan yang memang digunakan WBP supaya kamar tahanan tidak bau dan pengap.

Total ada 90 barang berbagai jenis yang diamankan petugas gabungan di dalam ruangan tahanan Lapas kelas IIB Tasikmalaya.

Baca juga: 15 Kelurahan dan 4 Kecamatan di Kota Tasikmalaya Tergusur Tol Geta, Start Persiapan Lelang

"Memang ini barang bukti kami amankan masih lazim bagi mereka, tapi khusus petugas tidak perkenankan masuk. Makanya kami sita semuanya," ucap Kalapas Kelas IIB Tasikmalaya Surya Dharma dikonfirmasi TribunPriangan.com.

Adapun petugas lebih banyak mengamankan pewangi ruangan berbagai merek milik WBP yang sesuai aturan cukup membahayakan karena mengandung gas dan memicu kebakaran jika meledak.

"Kalau pewangi ruangan ini karena memang ingin udara yang nyaman, dan mungkin dianggap hal biasa, tapi dari pihak kami bahaya karena ada gas bisa kebakar ketika meledak," jelas Surya.

Senada dikatakan Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Herry Muhammad Ramdan mengungkapkan, agenda sidak ini memang dilaksanakan serentak di setiap lapas.

Namun ia menyebut, bahwa sidak di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya tidak terlalu heboh dan artinya tingkat kepatuhan mulai diikuti para WBP Tasikmalaya.

"Kalau di lapas Tasik bagus karena tidak ada barang terutama narkoba, HP serta sajam, hanya yang memungkinkan bahaya iru sendok satu, dan juga pisau kater saja," jelas Herry.

Ia meminta kepatuhannya terus ditingkatkan baik jajaran Lapas maupun pengawasan terhadap warga binaan pemasyarakatan Tasikmalaya.

"Mudah-mudahan tetap di jaga keamanan dan kondusif, dan hasil test urine yang memang dilakukan secara acak pun alhamdulillah negatif semuanya," kata Herry. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.