Malaysia Bebas Lewat Selat Hormuz, Iran: Kami Takkan Lupa Siapa Teman Kami
Wahyu Gilang Putranto April 06, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Kapal pertama milik Malaysia akhirnya berhasil melewati Selat Hormuz dengan aman pada awal pekan ini.

Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kedutaan Besar Iran di Malaysia menyusul adanya kesepakatan diplomatik antara kedua negara.

Melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) pada Senin (6/4/2026), pihak Kedutaan Besar Iran menegaskan eratnya hubungan bilateral antara kedua negara menjadi hal yang mendasari kesepakatan dengan Negeri Jiran tersebut.

"Kami telah mengatakan bahwa Republik Islam Iran tidak melupakan teman-temannya. Kapal Malaysia pertama telah melewati Selat Hormuz," tulis pihak kedutaan dalam unggahan tersebut.

Melengkapi caption tersebut, Kedubes Iran untuk Malaysia menyertai unggahan tersebut dengan foto sebuah kapal milik Malaysia tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Kelancaran jalur logistik ini tidak lepas dari intervensi tingkat tinggi antara pemerintah Malaysia dan Iran.

Anwar Ibrahim Telepon Langsung Presiden Iran

Sebelumnya pada hari Minggu (5/4/2026), Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengungkapkan bahwa ia telah menggelar diskusi langsung dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Melalui diskusi tersebut, Malaysia akhirnya mendapatkan izin untuk melintas Selat Hormuz secara bebas tanpa halangan berarti.

Kebijakan ini pun menjadi angin segar bagi tujuh kapal Malaysia yang sebelumnya sempat terdampar di perairan tersebut.

"Saya memberi tahu Presiden Iran bahwa kapal-kapal kami masih terdampar di Selat Hormuz dan bahwa ini sangat penting untuk kebutuhan rakyat kami dan pasokan minyak nasional," ungkap Anwar seperti yang dikutip dari Bernama.

"Segera setelah panggilan telepon tersebut, ia menginstruksikan agar kapal-kapal Malaysia diberikan jalan," tambahnya saat berpidato dalam acara peluncuran Kolej Vokasional Pengerang di SMK Tanjung Pengelih, Pengerang, Johor.

Baca juga: Rute Baru Malaysia Airlines: Dari Teknologi hingga Budaya di Shenzhen, Changsha & Fukuoka

Berdasarkan data pelacakan dari LSEG dan Kpler, salah satu kapal yang mendapat izin lintas adalah kapal tanker Ocean Thunder.

Kapal yang memuat sekitar 1 juta barel minyak mentah Basrah Heavy dari Irak tersebut tercatat telah berlayar mendekati pantai Iran.

Kargo ini dimuat pada 2 Maret dan dijadwalkan akan bongkar muat di Pengerang, Malaysia, pada pertengahan April.

Kapal Petronas Bebas Lewat Selat Hormuz

Menurut sumber dari Reuters yang mengetahui masalah ini, Ocean Thunder disewa oleh Petco, sebuah unit dari perusahaan energi negara Malaysia, Petronas. 

Menteri Luar Negeri Malaysia sebelumnya juga mengonfirmasi bahwa terdapat tujuh kapal yang berafiliasi dengan perusahaan Malaysia yang sempat menunggu izin untuk transit di jalur air tersebut.

Adapun kapal yang sempat terdampar tersebut termasuk dari Petronas, Vantris Energy, hingga MISC

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan koridor maritim vital yang mengalirkan sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global. 

Iran secara efektif menutup selat tersebut sebagai tanggapan atas serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada akhir Februari lalu.

Otoritas Iran menegaskan hanya akan memberikan izin melintas bagi kapal-kapal yang tidak memiliki koneksi dengan AS maupun Israel.

Baca juga: Cara Malaysia Pantau PNS yang WFH, Ada PNS yang WFH 3 Hari dalam Seminggu

Selain Malaysia, dalam beberapa hari terakhir tercatat ada beberapa negara yang kapalnya telah diberi akses untuk menyeberangi selat tersebut, antara lain:

Oman: Tiga kapal tanker yang dioperasikan oleh Oman telah diizinkan melintas.

Prancis: Satu kapal kontainer milik Prancis terpantau berhasil melewati jalur tersebut.

Jepang: Sebuah kapal pengangkut gas milik Jepang juga mendapat izin menyeberangi selat dengan aman.

Irak: Sebelumnya, Iran juga telah menyatakan bahwa Irak dibebaskan dari segala bentuk pembatasan untuk transit di rute laut yang vital ini.

Sementara itu, pemerintah Malaysia pada hari Rabu sebelumnya (1/4/2026) juga menyatakan bahwa Iran mengizinkan kapal-kapalnya untuk melewati selat tersebut tanpa dipungut biaya atau tol pelayaran apa pun.

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.