Akses Sembilan Koto Dharmasraya Terbuka, Material Longsor Berhasil Dibersihkan dan Listrik Pulih
Rahmadi April 07, 2026 10:02 AM

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melakukan pemulihan pascabencana di Sembilan Koto setelah banjir dan tanah longsor melumpuhkan wilayah tersebut sejak Minggu (5/4/2026).

Upaya pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang menerjang kawasan pedalaman di Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, mulai menunjukkan hasil positif, Senin (6/4/2026).

Isolasi wilayah yang sempat melumpuhkan aktivitas warga di Jorong Lubuk Talaok, Nagari Banai, berhasil dipecahkan setelah material longsor dibersihkan.

Langkah cepat pemerintah daerah dalam menormalisasi sarana publik menjadi krusial mengingat wilayah tersebut sempat terputus total dari akses transportasi darat. 

Selain mobilitas yang kembali pulih, pasokan energi listrik yang sempat padam akibat kerusakan infrastruktur kini telah kembali menyala, memberikan titik terang bagi warga yang terdampak.

• BMKG Rilis Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini, Bukittinggi dan Payakumbuh Hujan Ringan

Bencana ini bermula dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Dharmasraya sejak Minggu (5/4/2026) dini hari. 

Meluapnya debit air sungai Batang Lago tak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga memicu pergerakan tanah di lereng-lereng perbukitan yang melintasi jalan utama antarwilayah.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, merespons kondisi darurat ini dengan menginstruksikan mobilisasi sumber daya secara lintas sektoral.

Pemerintah daerah menyadari bahwa keterlambatan penanganan di wilayah terpencil seperti Sembilan Koto akan berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat setempat.

Dalam operasi pembersihan material longsor, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menjalin kolaborasi taktis dengan pihak swasta, yakni CV Kali Dareh. 

• Peringatan Dini Cuaca Sumbar 7 April hingga Pukul Pukul 09.00 WIB, Pasaman Barat Diguyur Hujan Lebat

Pengerahan alat berat jenis loader dan ekskavator menjadi kunci utama dalam menyingkirkan gundukan tanah dan pepohonan yang menutup badan jalan dalam waktu relatif singkat.

Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Dharmasraya, Catur Eby, menjelaskan bahwa penanganan bencana kali ini mengedepankan aspek tanggap darurat yang terintegrasi. 

“Instruksi pimpinan jelas, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bergerak satu komando untuk memastikan warga tidak merasa ditinggalkan dalam situasi sulit ini," ujarnya.

Selain fokus pada infrastruktur jalan, perhatian serius juga diberikan pada sektor kesehatan. Dua posko kesehatan darurat telah didirikan di Nagari Banai dan Nagari Silago untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir serta memberikan layanan trauma bagi warga yang sempat terisolasi.

Tantangan di lapangan tidaklah ringan, terutama menyangkut pemulihan jaringan listrik. Beberapa tiang penyangga kabel PLN dilaporkan roboh akibat hantaman material longsor dan terjangan air. Namun, koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pihak PLN memastikan perbaikan dilakukan secara paralel dengan pembersihan jalan.

Baca juga: Pemko Padang Terapkan WFH Bergiliran, Muharlion: Jangan Sampai Kebijakan Ini Mengganggu Pelayanan

Catur menyebutkan bahwa per hari Senin ini, jaringan listrik telah dinyatakan pulih sepenuhnya. 

Hal ini menjadi kabar baik bagi puluhan kepala keluarga yang sebelumnya terpaksa bermalam dalam kegelapan di tengah kondisi lingkungan yang masih basah dan berlumpur.

Di sisi lain, keterlibatan personel TNI dalam proses mitigasi dan evakuasi di Sembilan Koto memberikan penguatan signifikan. 

Para prajurit yang sebelumnya tengah fokus pada pembangunan Jembatan Aramco sebuah proyek operasi non-tempur untuk akses masyarakat turut terjun langsung membantu warga membersihkan sisa-sisa material bencana.

Keberadaan proyek Jembatan Aramco yang sedang berjalan ini sejatinya menjadi bukti bahwa kawasan Sembilan Koto memang menjadi fokus pengembangan infrastruktur strategis. 

Bencana yang terjadi menjadi pengingat pentingnya ketahanan konstruksi di wilayah yang memiliki kerentanan geografis cukup tinggi terhadap cuaca ekstrem.

Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, pihak BPBD dan Dinas Sosial memastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan peristiwa ini. 

Baca juga: Jadwal SIM dan Samsat Keliling di Padang Pariaman Selasa 7 April 2026: Digelar di Lubuk Alung

Seiring surutnya genangan air dari luapan Batang Lago, sebagian besar warga yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan mandiri.

Kendati kondisi mulai stabil, pemerintah daerah tetap memberikan peringatan dini kepada masyarakat. 

Mengingat prakiraan cuaca dari BMKG yang menunjukkan potensi hujan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan harus tetap ditingkatkan, terutama bagi warga yang tinggal di kaki perbukitan.

Penanganan bencana di Dharmasraya kali ini merefleksikan pentingnya sinergitas antara kebijakan publik, bantuan sektor swasta, dan peran aktif militer dalam kerangka bantuan kemanusiaan. 

Langkah pemulihan yang cepat diharapkan mampu mengembalikan ritme ekonomi masyarakat Sembilan Koto yang sempat terhenti akibat amukan alam.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.