TRIBUN-SULBAR.COM- Jamaah haji 1447 H/2026 M akan memulai keberangkatan gelombang pertama pada 22 April 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada 7-21 Mei 2026.
Pada perjalanan haji setiap jamaah harus mematuhi peraturan yang dikeluarkan oleh petugas atau penyelanggara haji.
Membawa barang tertentu menjadi larangan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan serta kelancaran perjalanan haji.
Berdasarkan buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah 2026, barang yang dilarang dibawa antara lain benda tajam (pisau, gunting, cutter), senjata api, bahan peledak, benda tumpul, zat cair lebih dari 100 ml, produk hewan segar, rokok elektronik, hingga barang pornografi atau narkoba.
Baca juga: Curhat Sawir, Nakes di Mamuju Tengah yang Mengabdi Sejak 2010 Kini Resah Pikirkan Nasib PPPK
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka Memahami Tujuan Poster
Jemaah juga diimbau tidak menerima titipan barang dari pihak lain yang berpotensi membahayakan.
Selain itu, sejumlah barang tidak boleh dimasukkan ke dalam koper, seperti uang tunai, bahan korosif, gas bertekanan, cairan atau benda mudah terbakar, kendaraan kecil dengan baterai litium, pemantik, dan power bank di atas 20.000 mAh.
Power bank di bawah batas tersebut dapat dibawa di tas kabin.
Jamaah dianjurkan membawa bekal halal yang cukup, dokumen penting (paspor, visa, bukti setor Bipih, kartu BPJS), kartu ATM berlogo internasional, lima stel pakaian termasuk seragam batik nasional, serta menyimpan dokumen pribadi yang tidak diperlukan di rumah.
Persiapan mental juga menjadi perhatian. Jemaah disarankan memperbanyak dzikir, istighfar, menyelesaikan tanggung jawab pribadi dan keluarga, menjaga kebugaran dengan olahraga, serta menyiapkan bekal bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sebelum berangkat dari rumah menuju asrama haji embarkasi, jemaah harus mengikuti arahan surat panggilan dari Kementerian Haji dan Umrah, memperbanyak doa dan dzikir, membaca talbiyah, serta menjama’ atau mengqasar salat sesuai hukum salat musafir.
Dengan pemahaman dan persiapan yang matang, diharapkan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M dapat berlangsung aman, tertib, dan khusyuk.(*)