Profil Benyamin, Wamenkes Bongkar Penyebab Siswa Keracunan MBG di Jaktim, Dokter Spesialis Paru
Rusaidah April 07, 2026 11:03 AM

 

BANGKAPOS.COM -- Inilah profil Benyamin Paulus Oktavianus, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes RI) menyoroti kasus keracunan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Dia mengatakan insiden keracunan tersebut disebabkan waktu masak menu MBG yang terlalu lama.

Diketahu data Badan Gizi Nasional (BGN) ada lebih dari 60 siswa mengalami gejala sakit perut hingga mual, usai santap menu spaghetti yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2.

 Menurut dokter yang akrab disapa Benny ini, kasus keamanan pangan tersebut disebabkan oleh jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi MBG yang berpotensi menurunkan kualitas makanan dan memicu gangguan kesehatan.

Baca juga: Dipanggil Kejari Pangkalpinang, Sumardan Anggota Dewan Punya Harta Kekayaan Senilai Rp498,9 Juta

 "Sudah ditinjau oleh BGN. SPPG itu ternyata antara proses pembuatan dan waktu santapnya terlalu lama," kata dia saat ditemui di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).

Lantas seperti apa profilnya?

Profil Benyamin

Benjamin Paulus Octavianus merupakan seorang dokter spesialis paru yang lahir di Malang pada 13 September 1963.

Ia dikenal sebagai tenaga medis berpengalaman yang berkiprah di bidang pulmonologi, sekaligus memiliki peran di dunia pemerintahan.

Dalam praktiknya, Benjamin pernah melayani pasien di Rumah Sakit Royal Trauma, tepatnya di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Selain itu, ia juga sempat berpraktik di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk.

Kariernya di dunia kesehatan semakin kuat dengan keanggotaannya dalam organisasi profesi, yakni Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Keikutsertaannya dalam organisasi tersebut menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan ilmu kedokteran, khususnya di bidang kesehatan paru.

Dari sisi pendidikan, Benjamin menempuh studi kedokteran umum di Universitas Kristen Indonesia dan lulus pada tahun 1994.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan spesialisasi di bidang pulmonologi di Universitas Brawijaya, Malang, dan menyelesaikannya pada tahun 2004.

Selain aktif di dunia medis, Benjamin juga memiliki pengalaman di lingkungan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan bidang Kesehatan di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, yang memperluas kiprahnya dalam kebijakan kesehatan nasional.

Kariernya mencapai titik penting ketika ia dilantik oleh Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Kesehatan pada 8 Oktober 2025 di Istana Negara.

Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 32/M Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Di bidang politik, Benjamin juga dikenal sebagai kader Partai Gerindra. Ia tercatat pernah menjadi bagian dari kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), termasuk menjabat sebagai Wakil Ketua Umum bidang kesehatan.

Dengan latar belakang medis yang kuat serta pengalaman di pemerintahan dan politik, dr. Benjamin Paulus Octavianus menjadi salah satu figur yang menggabungkan keahlian profesional dengan peran strategis dalam pengambilan kebijakan publik di sektor kesehatan.

BGN Minta Maaf

BGN  menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjamin pembiayaan medis puluhan siswa tersebut.

Insiden ini terjadi pada Jumat (3/4), setelah sebelumnya pada Kamis (2/4) sore, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah puluha  siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi MBG.

Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.

Adapun siswa yang terdampak keracunan berasala dari empat sekolah, yakni SMA Negeri 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.

Berdasarkan arahan BGN, seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban akan ditanggung sepenuhnya oleh BGN RI.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan keluarga tidak dibebani persoalan biaya pengobatan,” tutur Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

(Tribunnew/Kompas.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.