TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah upaya pemerintah pusat mendorong efisiensi anggaran, isu mengenai keberadaan dan pengelolaan rumah dinas gubernur kembali mencuat ke permukaan.
Perdebatan ini tidak lagi sekadar soal fasilitas bagi pejabat daerah, melainkan juga menjadi cerminan bagaimana negara menyeimbangkan kebutuhan representasi kekuasaan dengan tuntutan akuntabilitas publik.
Sorotan publik semakin menguat setelah muncul kabar mengenai anggaran penunjang fasilitas rumah dinas Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang mencapai Rp25 miliar.
Angka tersebut pun memicu diskusi luas, terutama terkait urgensi dan penggunaannya dalam konteks pengelolaan keuangan daerah.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menilai besaran anggaran tersebut masih berada dalam batas kewajaran dalam praktik pemerintahan daerah.
Ia menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut tidak hanya difokuskan pada renovasi bangunan, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan operasional.
Baca juga: Dulu Mobil, Gubernur Kaltim Rudy Masud Kini Rencanakan Anggaran Rumah Dinas Rp25 M, Janji Transparan
Menurutnya, terdapat sedikitnya 57 item yang tercantum dalam anggaran tahun 2025, yang digunakan untuk mendukung aktivitas serta fasilitas gubernur dan wakil gubernur.
“Item-nya banyak sekali, ada bensin, solar, makan, minum, dan lainnya. Itu soal yang lumrah dan biasa,” ujar Seno saat memberikan keterangan di Balikpapan, Kamis (2/4/2026), dilansir Kompas.com.
Di sisi lain, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa seluruh proses penganggaran telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari pembahasan internal hingga persetujuan pemerintah pusat, berjalan secara transparan dan akuntabel.
“Yang jelas semuanya prosesnya sesuai dengan SOP, di situ dianggarkan, dibahas di TAPD, dibahas dengan DPR, dan disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri."
"Intinya semuanya transparan, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan pastinya,” katanya, Senin (6/4/2026).
Seno Aji lahir di Semarang, Jawa Tengah, 12 November 1971. Usianya saat ini 54 tahun.
Ia merupakan seorang politikus dari Partai Gerindra yang menjabat Wakil Gubernur Kaltim periode 2025-2030, mendampingi Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud.
Melansir TribunKaltim.co, Seno berasal dari keluarga Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Ia meraih gelar sarjana Teknik Geologi di Universitas Pembangunan Veteran Yogyakarta, angkatan 1992.
Seno kemudian melanjutkan studi ke jenjang magister di Universitas Mulawarman, Samarinda pada 2004.
Setelah lulus perguruan tinggi, Seno memutuskan untuk merantau ke Kalimantan Timur.
Ia kemudian bekerja sebagai ahli geologi di sebuah perusahaan pertambangan emas di Kutai Barat pada 1995.
Kemudian pada 2006, ia memboyong keluarganya yang berada di Semarang untuk pindah ke Samarinda.
Seno lantas memulai bisnis pertambangan dan alat berat.
Baca juga: Respon Gubernur Kaltim Rudy Masud Disindir Prabowo Soal Mobil Dinas Rp 8 Miliar
Karier politiknya dimulai saat ia menjabat sebagai Ketua Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Partai Gerindra Kaltim.
Seno lalu maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Kaltim dapil Samarinda pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
Meski gagal, ia bangkit dan akhirnya terpilih menjadi anggota DPRD Kaltim pada Pemilu 2019, mewakili Kabupaten Kutai Kertanegara dari Fraksi Gerindra.
Dalam periode tersebut, Seno kemudian dipercaya sebagai Wakil Ketua II DPRD Kaltim, menggantikan Andi Harun yang terpilih sebagai Wali Kota Samarinda.
Pada Pemilu 2024, ia kembali meraih kursi DPRD dengan perolehan suara tertinggi di daerah pemilihannya, yakni 25.293 suara.
Selain itu, Seno juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Gerindra Kaltim, memperkuat posisinya dalam politik daerah.
Puncak karier politiknya terjadi pada Pilkada 2024, ketika ia terpilih sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Timur mendampingi Rudy Mas'ud.
Rudy-Seno memperoleh suara sah sebanyak 996.399.
(TribunTrends/Tribunnews/Nanda Lusiana)