4 Pekerja Proyek Tewas di Jaksel, Polisi Bakal Periksa Pemilik Gedung dan Mandor
Erik S April 07, 2026 11:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi masih mendalami kasus tewasnya empat pekerja proyek diduga keracunan gas usai terjatuh di tempat penampungan air bersih di sebuah bangunan di kawasan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan pihaknya bakal memeriksa pemilik gedung hingga mandor proyek pada pekan ini.

“Segera dijadwalkan (periksa pemilik gedung), mandornya juga,” kata Nurma dalam keteranganya, Selasa (7/4/2026).

Nurma mengatakan, pemeriksaan ini berkaitan langsung dengan dugaan kelalaian yang menyebabkan empat pekerja tewas di lokasi proyek.

“Ya (dalami dugaan kelalaian),” singkatnya.

Sementara itu, tiga pekerja lainnya yang selamat dan harus mendapatkan perawatan medis disebut Nurma kondisinya sudah membaik.

Sebelumnya, empat orang pekerja proyek tewas akibat kecelakaan kerja yang terjadi di sebuah proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan keempatnya tewas setelah terjatuh ke dalam penampungan air bersih (ground tank) di area basement proyek.

Budi mengatakan kejadian bermula saat para pekerja diperintahkan oleh mandor untuk menguras air di tempat penampungan tersebut.

“Benar, terjadi kecelakaan kerja di proyek bangunan di Jagakarsa saat proses pengurasan penampungan air,” kata Budi Hermanto dalam keterangannya, Jumat (03/04/2026).

Baca juga: Kondisi Proyek di Jakarta Selatan yang Tewaskan 4 Pekerja, Korban Sempat Bersihkan Penampungan Air

Tiba-tiba, saat melakukan pembongkaran tempat itu, salah satu pekerja pun terjatuh ke dalam lubang. 

Rekan kerja korban yang saat itu di lokasi berinisiatif untuk melakukan pertolongan. Namun, mereka menolong tanpa alat keselamatan hingga kemudian ikut terjatuh ke dalam lubang sedalam sekitar tiga meter itu.

Sontak mandor pun meminta tolong kepada saksi untuk kembali memberikan bantuan kepada para pekerja itu.

"Saat evakuasi, saksi merasakan kondisi di sekitar lokasi pengap dan panas,” ujarnya.

Akibatnya, sebanyak empat orang pekerja bernama Yana Nugraha (32), Mawi (62), Tatang Sonjaya (63), dan Muhamad Fauzi (19). 

Sementara tiga korban selamat yang sempat sesak napas yakni Ujib (41), Ahmad Jaelani (37), dan Sunar (63) dan tengah mendapatkan perawatan medis.

Untuk mendalami penyebab peristiwa ini terjadi, Budi Hermanto mengatakan pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan. 

Baca juga: Kunjungi Griya Pekerja Batam, Direksi BPJS Ketenagakerjaan Serap Aspirasi

"Tim penyidik telah melakukan olah TKP secara mendalam serta memeriksa sejumlah saksi mata guna mengumpulkan bukti-bukti primer di lokasi kejadian," tuturnya.

Lebih lanjut, Budi Hermanto menyebut pihaknya akan mengawal dan menuntaskan penyelidikan kasusnya secara profesional.

"Selain memantau perkembangan kesehatan para korban yang tengah dirawat, kami juga melakukan penyelidikan intensif terkait unsur kelalaian maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang diterapkan di area proyek tersebut," tukasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.