Soal Konflik Putranya dengan Rachel Vennya, Ibunda Okin Isyaratkan Dukungan ke Mantan Menantu
Ayu Miftakhul Husna April 07, 2026 11:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Perhatian publik terhadap polemik antara Rachel Vennya dan Niko Al Hakim alias Okin hingga kini belum mereda.

Persoalan ini mencuat setelah Rachel menyinggung rencana penjualan rumah yang sebelumnya disebut sebagai bagian dari kesepakatan untuk anak mereka, Xabiru Oshe Al Hakim.

Rachel mengungkapkan kekecewaannya karena aset tersebut semula dianggap sebagai bentuk pemenuhan nafkah, namun kini justru akan dialihkan melalui penjualan.

Situasi ini dinilai tidak sejalan dengan kesepakatan awal yang pernah disepakati oleh keduanya.

Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, sorotan publik juga mengarah pada ibunda Okin, Deasy.

Banyak warganet yang membanjiri kolom komentar akun media sosialnya untuk menanyakan sikapnya terkait polemik yang tengah berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, Deasy pun memberikan sejumlah respons yang kemudian menjadi perhatian publik.

Salah satu warganet sempat menanyakan keberpihakannya dalam konflik ini.

"Mami di pihak Buna kan?," tanya salah satu netizen, dikutip Tribunnews dalam akun TikTok @zerenity, Selasa (7/4/2026). 

Menjawab pertanyaan tersebut, mantan mertua Rachel Vennya menegaskan posisinya.

"Mami akan selalu di pihak yang BENAR," jawab Deasy. 

Baca juga: Okin Klaim Sudah Kabari Mantan Istri soal Pengukuran Rumah, Rachel Vennya: Timeline-nya Jauh

Tak berhenti di situ, warganet lain turut menyinggung sikap Okin yang dinilai keterlaluan dalam kasus tersebut. 

"Kali ini okin keterlaluan banget mi, semoga segera ada titik permasalahannya ya mami semangat," timpal netizen lain. 

Menanggapi hal tersebut, Deasy memilih meminta doa dari publik berharap masalah segera menemukan titik terang.

"doakan ya," tandas Deasy. 

Klarifikasi Okin soal Kisruh Penjualan Rumah

Sebelumnya, Okin buka suara terkait tudingan menjual rumah tanpa izin yang sebelumnya disampaikan Rachel Vennya.

Isu ini mencuat setelah Rachel mengungkapkan kekecewaannya melalui Instagram pribadinya pada Kamis (2/4/2026).

Rumah yang dipermasalahkan disebut-sebut sebagai bagian dari pemenuhan nafkah untuk kedua anak mereka pasca-cerai pada 16 Februari 2021.

Namun, Okin menilai ada kesalahpahaman dalam narasi yang berkembang di publik.

Menanggapi polemik tersebut, Okin menyampaikan klarifikasinya melalui unggahan di Instagramnya @okinpth.  

“Rumah itu dibeli dimomen sebelum anak pertama gue lahir dengan harapan rumah tersebut menjadi awal baik bagi keluarga kecil gue, dan anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik didalam rumah itu. Tidak ada sedikitpun terlintas akan terjadi perpisahan," ujar Okin, dikutip Tribunnews, Minggu (5/4/2026). 

Ia kemudian mengurai proses panjang yang terjadi setelah perceraian, termasuk soal pembagian harta dan komunikasi yang dinilai tidak berjalan mulus.

“Didalam perpisahan tersebut, mengharuskan kami melewati banyak proses diantaranya permintaan uang mut’ah & pembagian harta. Namun disaat gue menanyakan mengenai penukaran aset, yaitu rumah dan tanah bali, ybs memberikan statement yang tidak sesuai dengan omonganya awalnya.”

Ia juga mengaku sempat merasa kecewa atas respons yang diterimanya saat membahas hal tersebut.

“Walau awalnya gue belum mau menerima tanah tsb, tapi ada sedikit kekecewaan di diri gue terhadap respon ybs ketika gue kembali menanyakan perihal ini,” lanjutnya.

Okin menegaskan dalam pembagian harta pada 2021, rumah tersebut diputuskan menjadi bagiannya.

“2021: dalam pembagian harta tsb, ybs memutuskan rumah tersebut menjadi bagian gue.”

Terkait kewajiban yang sempat tertunda, Okin mengakui adanya kelalaian pada 2023. Ia menjelaskan hal itu dipicu oleh kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan.

“2023: terdapat kelalaian dari gue dalam membayarkan kewajiban, karna disaat itu gue sedang menghadapi case dalam bisnis yang sempat membuat gue burned out, sehingga muncullah perhitungan dari ybs sejumlah nominal dan penawaran dibawah.”

Lebih lanjut, Okin mengungkapkan persoalan komunikasi yang memburuk, terutama saat muncul peringatan dari pihak bank.

“Karena ada peringatan mengenai pelabelan dari pihak bank dan posisinya rumah itu sudah ditempati oleh keluarga ybs, disinilah titik komunikasi mulai tidak baik. Dimana puncak permasalahan mengenai rumah ini menjadi kemana2. Hal seperti ini yang sebetulnya gue hindari, itu salah satu alasan gue pernah menawarkan untuk mengganti nama," jelas Okin. 

Ia juga menyinggung adanya kesalahpahaman terkait pembayaran KPR di awal 2026.

“Di awal tahun 2026, ada kesalahpahaman dalam pembayaran rumah tersebut antara gue dan bank, yang mana gue merasa sudah melakukan pembayaran setiap bulannya. Namun pihak bank mengatakan ada miss yang membuat pihak bank ingin melabeli rumah tersebut,” terangnya. 

Menurut Okin, keputusan menjual rumah diambil sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan.

“Karna semua masalah ini sudah terlalu panjang dan terlalu jauh, gue memutuskan untuk menjual rumah tsb karna gue merasa banyak timbulnya perselisihan. Dari awal gue sudah menawarkan untuk membalik nama, namun tidak pernah terjadi. Harapan gue, hanya ingin menjalankan hubungan baik demi keberlangsungan hidup anak2 tanpa ada sangkut paut mengenai harta benda. Setelah pembahasan mengenai penjualan rumah, pada hari Selasa kami sudah menemukan titik tengah mengenai rumah tsb.”

Baca juga: Rachel Vennya Habiskan Miliaran Rupiah Renovasi Rumah yang Mau Dijual Okin Sang Mantan Suami

Duduk Awal Permasalahan 

Rachel Vennya meluapkan amarah pada Okin yang mendadak menjual rumah anak tanpa izin.

Pun Rachel juga membeberkan terkait perjanjian saat bercerai dulu dengan mantan suaminya.

"Di awal perjanjian, aku kasih rumah yang dia bilang #rumahuntuk biru, dia cuma punya kewajiban nafkah dan kasih uang mut'ah. Tapi ternyata nggak dikasih, win win solution dia yang kasih itu rumah biar dia nggak nafkahin anak-anak lagi," jelas Rachel.

Rachel pun setuju dan mengambil alih rumah tersebut dengan merenovasinya. Serta kini ditempati oleh adik-adiknya.

"Pas dateng ke rumah udah bobrok pas dia pakai, akhirnya kita renov buat adek-adek."

Tak disangka kesepakatan tersebut, ternyata hanya berdasarkan kepercayaan satu sama lain saja dan tidak ada catatan hitam di atas putih.

Kini Rachel mendapati kabar rumah tersebut mendadak dijual oleh pihak Okin.

Bahkan pihak calon pembeli sudah melakukan pengukuran di rumah tersebut.

Tentunya kejadian itu menyulut murka sang selebgram 30 tahun tersebut, Okin dinilai telah melanggar perjanjian saat cerai dulu.

"Terus sekarang karena nggak ada hitam di atas putih, mau dia jual notabene adik-adik masih tinggal di sana, tanpa ba bi bu langsung ada orang yang mau ngukur dan mau jual rumahnya yang adik-adik gue nggak tahu harus gimana."

Kini Rachel merasa dikhianati oleh mantan suaminya tersebut, yang sebelumnya ia merasa bisa terus menjalin hubungan baik demi anak.

"Yaudah ambil tuh rumah. Orang yang gue pikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare," tukasnya.

Baca juga: Asal Rumah yang Ingin Dijual Okin hingga Rachel Vennya Murka, Dari KPR Berujung Sengketa Pascacerai

(Tribunnews.com, Rinanda/Ayu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.