Usai Tewasnya Kepala Intel IRGC, Israel Bernafsu Buru Pemimpin Iran Satu Persatu
Joanita Ary April 07, 2026 12:35 PM

WARTAKOTALIVECOM — Ketegangan antara Israel dan Iran kembali meningkat tajam setelah pernyataan keras yang dilontarkan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.

Ia mengklaim bahwa pasukan militer Israel telah menewaskan kepala intelijen Garda Revolusi Iran dalam sebuah operasi yang disebut berlangsung di Teheran.

Tokoh yang disebut tewas dalam operasi tersebut adalah Majid Khademi, sosok penting dalam struktur intelijen Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Klaim ini, jika terkonfirmasi, berpotensi menjadi salah satu pukulan paling signifikan terhadap jaringan keamanan Iran dalam beberapa waktu terakhir, mengingat posisi strategis Khademi dalam mengawasi operasi intelijen dan keamanan negara tersebut.

Dalam pernyataannya, Katz menegaskan bahwa Israel tidak akan berhenti pada satu target. Ia bahkan secara terbuka menyatakan bahwa negaranya akan terus memburu para pemimpin Iran satu per satu.

Pernyataan itu menandai eskalasi retorika yang tidak biasa, sekaligus mengirimkan pesan kuat bahwa operasi Israel tidak hanya bersifat defensif, melainkan juga ofensif dengan target yang sangat spesifik.

“Kami akan membuat mereka hidup dalam bayang-bayang ancaman,” demikian kira-kira nada yang disampaikan Katz, menegaskan strategi tekanan berkelanjutan terhadap elite keamanan Iran.

Pernyataan tersebut mempertegas arah kebijakan keamanan Israel yang semakin agresif di tengah dinamika konflik kawasan yang belum mereda.

Di sisi lain, Teheran tidak tinggal diam. Pemerintah Iran merespons dengan ancaman balasan yang lebih keras.

Mereka memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas sipil akan dibalas dengan aksi militer yang lebih luas dan kuat.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa Iran memandang langkah Israel sebagai eskalasi serius yang dapat memicu konflik terbuka yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi independen terkait klaim kematian Khademi maupun rincian operasi yang disebut terjadi di ibu kota Iran tersebut.

Situasi ini memperlihatkan bagaimana perang informasi juga menjadi bagian dari strategi kedua negara, di tengah meningkatnya ketegangan militer dan politik.

Para pengamat menilai, jika rangkaian ancaman dan aksi ini terus berlanjut, risiko konflik terbuka antara Israel dan Iran akan semakin besar, dengan dampak yang tidak hanya terbatas pada kedua negara, tetapi juga berpotensi meluas ke kawasan regional yang lebih luas.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.