SURYA.CO.ID MALANG - Kurang 22 hari lagi laga Derbi Jawa Timur yang mempertemukan antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang pada 28 April 2026.
Meski demikian, laga super big match itu sudah mulai memancarkan aura rivalitas bagi kedua pihak.
Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 silam masih membayangi laga Arema FC Vs Persebaya.
Apalagi venue pertandingan dijadwalkan akan tetap berlangsung di Stadion Kanjuruhan.
Demi memastikan laga tersebut berjalan aman, Presidium Aremania melakukan konsolidasi bertajuk Arema One Blood yang digelar di Pendopo Panji Kabupaten Malang pada Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Jelang Arema FC Vs Persebaya, Panpel Arema Pastikan Persiapan dan Pengamanan Sudah Semakin Baik
Acara tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, perwakilan komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari tiga wilayah, yakni Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan.
Kehadiran jajaran keamanan dari Polresta Malang Kota dan Polres Malang semakin menegaskan seriusnya sinergi lintas elemen untuk menyukseskan pertandingan.
General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa konsolidasi ini adalah momentum penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Malang Raya.
“Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak,"
"Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah," ujar Yusrinal.
Baca juga: Jadwal Persebaya Surabaya Terbaru di Bulan April 2026, Persija dan Arema Jadi Ujian Berat
Ia juga menyoroti peran vital Aremania sebagai fondasi utama eksistensi klub.
Menurutnya, forum bersama ini menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan.
Ia berharap dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun pembinaan usia dini, agar prestasi Arema FC bisa terus meningkat.
"Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya," tambahnya.
Momen yang tak kalah mengharukan adalah ketika legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, naik ke panggung.
Dengan suara lantang, ia mengajak seluruh elemen Aremania untuk bangkit dan menjaga marwah Arek Malang melalui sikap dewasa dalam mendukung tim.
"Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali," kata Ovan Tobing.
Ia mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali.
Menurut Ovan, pertandingan besar Arema FC Vs Persebaya nanti akan menjadi sorotan publik luas, sehingga seluruh pihak harus mampu menjaga nama baik Malang Raya.
"Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab," tegasnya.
Puncak acara adalah penandatanganan bersama nota kesepahaman yang berisi 6 poin komitmen.
Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas Arema, koordinator lapangan (korlap) suporter, serta Presidium Aremania, Ali Rifki.
Hadir pula sebagai saksi, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto.
Kedua pejabat utama kepolisian tersebut duduk bersama perwakilan Aremania, menandakan sinergi yang erat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan selama laga berlangsung.
1. Larangan segala bentuk kekerasan di dalam dan luar stadion.
2. Penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit.
3. Koordinasi ketat antara panpel, suporter, dan aparat keamanan.
4. Partisipasi aktif Aremania dalam menjaga ketertiban.
5. Sanksi tegas bagi pelanggar komitmen bersama.
6. Penguatan edukasi sportivitas di kalangan generasi muda suporter.