Dua Relawan Korban Ledakan Dapur MBG di Carenang Serang Belum Terdaftar di BPJS Kesehatan
Abdul Rosid April 07, 2026 04:17 PM

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dua relawan korban  ledakan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panenjoan, Desa Teras, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten tercatat belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Hal itu diungkapkan Koordinator Lapangan SPPG Carenang Binuang, Ade Yusuf, Selasa (7/4/2026).

"Korban belum terdaftar BPJS," kata Ade saat dikonfirmasi TribunBanten.com.

Baca juga: Anggaran Program Sekolah Gratis Tersendat, Kepala Sekolah di Tangerang Andalkan Dana Talangan

Ade menjelaskan, insiden kecelakaan kerja itu bermula dari sebuah mesin steamer untuk sterilisasi ompreng atau wadah makan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meledak pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Saat itu para pekerja tengah melakukan proses pencucian dan pengeringan ompreng MBG.

Saat proses pengeringan berlangsung, tiba-tiba terjadi ledakan yang diduga berasal dari mesin steamer yang digunakan untuk mengeringkan wadah berbahan stainless steel tersebut.

Akibatnya, dua pekerja SPPG mengalami luka bakar. Keduanya saat ini sudah ditangani secara medis.

“Relawan ini belum terdaftar karena masih dalam proses antrean. Untuk sementara, biaya pengobatan dan perawatan ditanggung oleh pihak mitra,” katanya.

Pihaknya juga telah melaporkan insiden tersebut kepada SPPG pusat sebagai laporan khusus.

“Sudah dilaporkan ke pusat,” ujarnya.

Standar K3 Dapur MBG

Menurutnya, pelatihan teknis terkait operasional dapur sebenarnya telah diberikan kepada para relawan, termasuk aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Sudah dilakukan pelatihan teknis di dapur. Namun, kejadian ini diduga karena human error,” jelasnya.

Ade Yusuf menambahkan, standar K3 seperti alat pemadam api ringan (APAR), sarung tangan, dan perlengkapan keselamatan lainnya seharusnya menjadi syarat wajib sebelum operasional dapur SPPG berjalan.

Ia menduga ledakan terjadi karena prosedur penggunaan alat tidak dijalankan dengan benar.

“Kasusnya karena ompreng tidak dibuka terlebih dahulu saat proses pengeringan. Mesin langsung dinyalakan tanpa membuka lemari pengering,” ungkapnya.

Saat ini, kedua korban telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani rawat jalan di Puskesmas Kecamatan Carenang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.