TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Seorang karyawati Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Belang-Belang, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami trauma setelah diancam oleh seorang konsumen menggunakan senjata tajam jenis parang, Minggu (5/4/2026).
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan kini telah diamankan sebagai barang bukti oleh pihak kepolisian.
Insiden bermula saat sebuah mobil pikap berwarna merah memasuki jalur pengisian BBM jenis Pertalite.
Baca juga: BBM Sulit Didapat, Sopir Travel di Mamuju Terpaksa Naikkan Tarif
Baca juga: Perkara Barcode, Karyawan SPBU Belang-Belang Mamuju Diancam Parang oleh Sopir Pickup
Karyawati SPBU bernama Mutiara kemudian meminta barcode MyPertamina sebagai bagian dari prosedur verifikasi data kendaraan.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, data pada barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku.
Sesuai prosedur yang berlaku, korban menolak melayani pengisian BBM tersebut.
Penolakan tersebut memicu emosi pelaku.
Ia turun dari kendaraan, mengambil sebilah parang, lalu menghampiri korban sambil mengayunkan senjata tajam dan melontarkan ancaman.
Korban yang ketakutan segera menjauh dari area pompa.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut.
Korban bersama rekan kerjanya telah melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Mamuju.
“Korban merasa keselamatannya terancam. Saat ini tim penyidik tengah mendalami bukti-bukti serta akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan,” ujar Herman, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, pihak kepolisian telah mengidentifikasi terduga pelaku yang diketahui berprofesi sebagai pedagang di Pasar Tasiu.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi